
JAKARTA - Presiden Joko Widodo alias Jokowi resmi mencabut status pandemi Covid-19 di Indonesia. Selanjutnya Indonesia memasuki fase endemi Covid-19.
"Sejak hari ini Rabu, pemerintah mencabut status pandemi Covid-19," kata Jokowi, Rabu (21/6/2023), seperti dikutip dari Inews.id.
"Kita memasuki masa endemi," katanya.
Tak Ditanggung Pemerintah
Dikutip dari Kompas.com, sebelumnya, Jokowi mengatakan, fase pandemi Covid-19 segera berakhir dan memasuki fase endemi Covid-19. Pada fase endemi, biaya pengobatan pasien terinfeksi Covid-19 tidak lagi ditanggung pemerintah.
Bahwa Indonesia akan segera memasuki fase endemi Covid-19 disampaikan Presiden Joko Widodo alias Jokowi saat memberikan arahan di acara relawan Bara JP.
"Dalam seminggu, dua minggu ini, akan kita nyatakan kita masuk ke endemi. Ini hati-hati kalau sudah masuk endemi, kalau kena Covid-19, bayar. Saat ini masih ditanggung pemerintah, begitu masuk endemi, jangan tepuk tangan dulu, sakit Covid, bayar. Konsekuensinya itu," ujar Jokowi yang disiarkan YouTube Kompas TV, Ahad (18/6/2023).
Namun, Presiden meminta masyarakat bersyukur dengan perkembangan penanganan Covid-19 saat ini. Jokowi mengakui, dulu dirinya tidak dapat membayangkan kapan pandemi Covid-19 di Tanah Air selesai.
"Dulu saya enggak (bisa) bayangin ini akan selesai kapan, ini entah sampai kapan enggak bisa dibayangin. Sudah kena satu, sudah kena Delta, Omicron, ternyata memang patut kita syukuri alhamdulillah bisa selesai," kata Jokowi.
Kepala Negara menjelaskan, dari sisi pencapaian vaksinasi Covid-19, pemerintah sudah menyuntikkan sebanyak 452 juta dosis kepada masyarakat. Pencapaian itu bisa dilakukan karena Indonesia sedang dalam kondisi terdesak untuk dapat mengendalikan penularan Covid-19.
Kemudian, pada Januari 2023, pemerintah sudah melakukan sampling kondisi imunitas masyarakat Indonesia terhadap Covid-19.
"Ternyata, 98 persen penduduk kita sudah imun, entah dari suntikan vaksin atau mungkin sudah karena tertular secara alami," tutur Jokowi. Lebih lanjut, Kepala Negara juga menyinggung perihal kondisi ekonomi Indonesia setelah terdampak pandemi. Jokowi menjelaskan, jika dibandingkan dengan negara-negara anggota G20, Indonesia masih menduduki peringkat atas pertumbuhan ekonomi.
"Ekonomi kita saat ini tidak jelek-jelak amat. Kita kalau di G20 itu masuk papan paling atas. G20-ya negara gede-gede loh ya," ungkap Jokowi.
"Kita tahun kemarin tumbuh 5,3 persen tinggi sekali, kuartal pertama tahun ini tumbuh 5,03 persen, inflasi kita juga berada di angka 4 persen. Artinya, harga-harga bisa dikendalikan," sambungnya.***