PEKANBARU – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Meranti mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga saat beraktivitas di laut untuk segera mendatangi RSUD Kabupaten Kepulauan Meranti. Saat ini, jenazah laki-laki tanpa identitas (Mr. X) yang ditemukan terapung di perairan Desa Tanjung Kedabu telah berada di kamar mayat RSUD untuk keperluan identifikasi.

Imbauan tersebut disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Kepulauan Meranti, M Khardafi, melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Ardath, S.IP. Ia meminta khususnya warga Kecamatan Rangsang, Rangsang Pesisir, dan Rangsang Barat yang memiliki keluarga bekerja di laut agar segera memastikan keberadaan anggota keluarganya.

"Bagi masyarakat yang merasa kehilangan keluarganya di laut, silakan langsung datang ke RSUD Kabupaten Kepulauan Meranti. Saat ini jenazah sudah berada di kamar mayat RSUD," ujar Ardath, Jumat (2/1/2026).

Penemuan sesosok mayat laki-laki terapung di perairan Desa Tanjung Kedabu, Kecamatan Rangsang Pesisir, pada Jumat pagi sekitar pukul 10.15 WIB, langsung ditindaklanjuti oleh tim gabungan. BPBD Kepulauan Meranti bersama Polsek Rangsang, Bhabinkamtibmas, Basarnas, serta UPT Puskesmas setempat bergerak cepat ke lokasi setelah menerima laporan dari warga.

Menurut Ardath, proses evakuasi berjalan lancar meskipun kondisi perairan cukup menantang. Jenazah berhasil diangkat dari laut dengan bantuan masyarakat setempat dan selanjutnya dibawa ke Selatpanjang untuk penanganan dan pemeriksaan lebih lanjut di RSUD Kepulauan Meranti.

Selain itu, BPBD Kepulauan Meranti juga mengeluarkan peringatan kepada masyarakat pesisir, khususnya para nelayan dan warga yang bekerja di laut, agar meningkatkan kewaspadaan. Hal ini menyusul kondisi cuaca yang kurang bersahabat, ditandai dengan pasang besar disertai angin kencang.

"Kami menghimbau masyarakat Rangsang, Rangsang Pesisir, dan Rangsang Barat yang beraktivitas di laut agar lebih berhati-hati. Saat ini pasang laut cukup besar dan angin kencang, sehingga berisiko membahayakan keselamatan," tegas Ardath.

Sementara itu, Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi, SH, SIK, MH melalui Kapolsek Rangsang AKP Gunawan, SH membenarkan adanya penemuan mayat tersebut. Ia menyebutkan bahwa pihak kepolisian masih melakukan langkah-langkah awal, termasuk olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pengumpulan keterangan saksi.

"Hingga kini identitas korban belum diketahui. Kami mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga atau memiliki informasi terkait korban agar segera melapor ke Polsek Rangsang,” ujarnya.

Pihak BPBD dan kepolisian berharap kerja sama masyarakat dapat mempercepat proses identifikasi korban, sekaligus meningkatkan kewaspadaan bersama demi mencegah kejadian serupa di tengah kondisi cuaca laut yang sedang tidak bersahabat. ***