
BENGKALIS, GORIAU.COM - Ketua DPRD Bengkalis Jamal Abdillah, meminta Unit Layanan Pengadaan (ULP) Bengkalis mampu menghilangkan persepsi negatif tentang ULP pada tahun pertama bekerja. Di tahun 2012, ULP menjadi sorotan negatif, bahkan ada tuduhan serta tudingan diarahkan sebagai bukti masih lemahnya kinerja di lembaga tersebut.
''Di tahun 2013 ini ULP harus lebih maksimal lagi. Mereka dituntut profesional serta proprosional dalam menjalankan tugasnya, melaksanakan pelelangan kegiatan di Pemkab Bengkalis. Jangan sampai ada lagi imej ULP sebagai sarang korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN),'' Jamal saat dimintai komentarnya seputar strukturisasi di tubuh ULP Bengkalis.
Politisi muda PKS ini juga berharap agar kedepannya ULP bersama dengan SKPD-SKPD harus lebih bersinergi. ULP harus bekerja sesuai dengan aturan, menjauhkan sikap KKN serta ketidaktransparanan dalam pelaksanaan pelelangan yang berakibat\ munculnya sejumlah aksi dari kalangan rekanan serta pemberitaan miring di media massa terkait kinerja ULP.
Menurut Jamal lagi, pada tahun pertama bekerja, kinerja ULP masih bisa dimaklumi karena mereka merupakan sebuah lembaga baru yang non SKPD. Akan tetapi, sejumlah kesalahan yang terjadi di masa lalu tidak bisa dikatakan hanya sebatas kelemahan atau kurang pengalaman, karena mayoritas personil ULP itu adalah orang-orang yang telah berpengalaman melaksanakan lelang di SKPD-SKPD.
“Perbuatan KKN yang diduga pernah dilakukan di ULP dahulunya, jangan sampai dijadikan sebuah pembenaran atas kesalahan yang dilakukan. Tetapi sorotan miring terhadap ULP harus diperbaiki oleh personil ULP yang baru ditunjuk sekarang dengan bersikap lebih profesional serta mengikuti mekanisme yang berlaku,” ujar Jamal.
Yang lebih penting tambahnya, ULP harus membuat schedulle tahapan pelelangan tahun 2013, begitu APBD tahun ini disahkan. Diharapkan juga tahun ini proses pelelangan jangan sampai seperti tahun 2012, dimana pada bulan November masih ada kegiatan fisik yang masih dalam masa pelelangan di ULP, sehingga berdampak buruk pada progres di lapangan. (jfk)