
JAKARTA - Banyak ruas jalan di Provinsi Lampung rusak parah bertahun-tahun. Presiden Joko Widodo alias Jokowi, sampai memutuskan berkunjung ke Lampung pada Jumat (5/5/2023) untuk merasakan melintas di jalan yang hancur tersebut.
Dikutip dari Liputan6.com, Wakil Ketua Bidang Pemberdayaan dan Penguatan Kewilayahan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno, mengatakan, rusaknya jalan di Lampung hingga bertahun-tahun merupakan bukti adanya korupsi.
"Jalas itu bukti proyek tidak sesuai kualitas. Di Lampung itu masih menerapkan return fee kepada para pemegang proyek," ujar Djoko kepada Liputan6.com, Senin (8/5/2023).
Dijelaskan Djoko, return fee merupakan bentuk cash back yang diberlakukan pemerintah daerah terhadap para pengusaha yang akan mengerjakan proyek. Return fee ini bisa diterima oleh kelompok ataupun individu pejabat daerah.
Untuk itu, Djoko mendukung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atau instansi pengadilan lainnya untuk masuk, mengusut semua proyek yang menggunakan APBD.
"Saya bisa katakan, jika saat ini hanya Jawa Tengah yang sudah tidak menerapkan return fee untuk setiap proyek yang melibatkan swasta," terangnya.
"Gubernur Lampung pasti tidak mau mendeklarasikan tidak ada return fee. Karena memang itu ada dan itu menjadi budaya," pungkasnya.
Terpanjang di Riau
Menurut data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), sepanjang 2.111 kilometer (km) jalan provinsi di Pulau Sumatera saat ini dalam kondisi rusak berat. Jalan provinsi yang rusak berat, terpanjang bukan di Lampung, melainkan di Provinsi Riau, yakni 632 kilometer. Disusul Sumatera Utara (Sumut) dan Aceh, masing-masing 332 kilometer dan 306 kilometer.
Dikutip dari Kompas.com, Sabtu (15/4/2023), yang melansir situs Data Kementerian PUPR, berikut rincian data jalan rusak berat dan rusak ringan di sepuluh provinsi di Pulau Sumatera dari Aceh hingga Lampung:
1. Provinsi Aceh
Total panjang jalan nasional di Aceh adalah 2.102 km, jalan provinsi 1.781 km, jalan kabupaten 17.496 km.
Jalan nasional
- Rusak berat: 4 km (0,23 persen)
- Rusak ringan: 33 km (1,58 persen)
Jalan provinsi
- Rusak berat: 306 km (17,19 persen)
- Rusak ringan: 61 km (3,45 persen)
Jalan kabupaten
- Rusak berat: 3.647 km (20,94 persen)
- Rusak ringan: 5.096 km (29,26 persen)
2. Provinsi Sumatera Utara
Total panjang jalan nasional di Sumatera Utara adalah 2.632 km, jalan provinsi 3.048 km, jalan kabupaten 27.552 km.
Jalan nasional
- Rusak berat: 21 km (0,81 persen)
- Rusak ringan: 103 km (3,92 persen)
Jalan provinsi
- Rusak berat: 332 km (10,89 persen)
- Rusak ringan: 208 km (6,84 persen)
Jalan kabupaten
- Rusak berat: 9.933 km (36,05 persen)
- Rusak ringan: 4.226 km (15,34 persen)
3. Provinsi Riau
Total panjang jalan nasional di Riau adalah 1.336 km, jalan provinsi 2.799 km, jalan kabupaten 17.297 km.
Jalan nasional
- Rusak berat: 41 km (3,11 persen)
- Rusak ringan: 135 km (10,14 persen)
Jalan provinsi
- Rusak berat: 632 km (22,6 persen)- Rusak ringan: 440 km (15,74 persen)
Jalan kabupaten
- Rusak berat: 4.239 km (24,51 persen)
- Rusak ringan: 3.268 km (18,9 persen)
4. Provinsi Kepulauan Riau
Total panjang jalan nasional di Kepulauan Riau adalah 586 km, jalan provinsi 896 km, jalan kabupaten 3.137 km.
Jalan nasional
- Rusak berat: 3 km (0,68 persen)
- Rusak ringan: 5 km (0,94 persen)
Jalan provinsi
- Rusak berat: 33 km (3,73 persen)
- Rusak ringan: 154 km (17,18 persen)
Jalan kabupaten
-"Rusak berat: 1.036 km (33,03 persen)
- Rusak ringan: 873 km (27,84 persen)
5. Provinsi Bangka Belitung
Total panjang jalan nasional di Bangka Belitung adalah 600 km, jalan provinsi 850 km, jalan kabupaten 3.525 km.
Jalan nasional
-"Rusak berat: 0,2 km (0,03 persen)
- Rusak ringan: 3,17 km (0,53 persen)
Jalan provinsi
- Rusak berat: 0 km (0 persen)
- Rusak ringan: 35 km (4,12 persen)
Jalan kabupaten
- Rusak berat: 402 km (11,43 persen)
- Rusak ringan: 494 km (14,02 persen)
6. Provinsi Jambi
Total panjang jalan nasional di Jambi adalah 1.317 km, jalan provinsi 1.032 km, jalan kabupaten 9.485 km.
Jalan nasional
- Rusak berat: 44 km (3,37 persen)
- Rusak ringan: 41 km (3,18 persen)
Jalan provinsi
- Rusak berat: 115 km (11,23 persen)
- Rusak ringan: 134 km (13,02 persen)
Jalan kabupaten
- Rusak berat: 2.166 km (22,84 persen)
- Rusak ringan: 1.965 km (20,72 persen)
7. Provinsi Sumatera Barat
Total panjang jalan nasional di Sumatera Barat adalah 1.449 km, jalan provinsi 1.525 km, jalan kabupaten 15.975 km.
Jalan nasional
- Rusak berat: 27 km (1,89 persen)
- Rusak ringan: 82 km (5,7 persen)
Jalan provinsi
- Rusak berat: 187 km (12,31 persen)
- Rusak ringan: 210 km (13,77 persen)
Jalan kabupaten
- Rusak berat: 3.429 km (21,46 persen)
- Rusak ringan: 3.391 km (21,23 persen)
8. Provinsi Bengkulu
Total panjang jalan nasional di Bengkulu adalah 792 km, jalan provinsi 1.562 km, jalan kabupaten 5.940 km.
Jalan nasional
- Rusak berat: 3 km (0,38 persen)
- Rusak ringan: 31 km (4,01 persen)
Jalan provinsi
- Rusak berat: 269 km (17,26 persen)
- Rusak ringan: 106 km (6,82 persen)
Jalan kabupaten
- Rusak berat: 865 km (14,58 persen)
- Rusak ringan: 1.755 km (29,55 persen)
9. Provinsi Sumatera Selatan
Total panjang jalan nasional di Sumatera Selatan adalah 1.600 km, jalan provinsi 1.513 km, jalan kabupaten 17.747 km.
Jalan nasional
- Rusak berat: 15 km (0,95 persen)
- Rusak ringan: 92 km (5,8 persen)
Jalan provinsi
- Rusak berat: 71 km (4,74 persen)
- Rusak ringan: 79 km (5,23 persen)
Jalan kabupaten
- Rusak berat: 2.459 km (17,89 persen)
- Rusak ringan: 2.481 km (18,05 persen)
10. Provinsi Lampung
Total panjang jalan nasional di Lampung adalah 1.292 km, jalan provinsi 1.693 km, jalan kabupaten 14.669 km.
Jalan nasional
- Rusak berat: 22 km (1,73 persen)
- Rusak ringan: 56 km (4,38 persen)
Jalan provinsi
- Rusak berat: 166 km (9,81 persen)
- Rusak ringan: 239 km (14,14 persen)
Jalan kabupaten
- Rusak berat: 2.607 km (17,77 persen)
- Rusak ringan: 3.969 km (27,06 persen)
Dari data di atas diketahui, jalan kabupaten yang merupakan ruas jalan paling panjang, status jalan rusak berat terbanyak di Pulau Andalas adalah di Sumatera Utara. Sementara di posisi kedua adalah Riau.
Data jalan rusak tersebut diambil dari Neraca Data Jalan Kementerian PUPR yang meliputi jalan nasional, jalan provinsi, dan jalan kabupaten.***