BAGANSIAPIAPI – Panipahan, ibu kota Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir, yang dikenal sebagai kota terapung kini tengah menghadapi persoalan infrastruktur. Hempasan gelombang air pasang dan abrasi mengakibatkan akses Jalan Sungai Sampai Niat di RT 08 amblas hingga memutus urat nadi transportasi masyarakat setempat sejak Selasa (4/8/2026).

Kondisi jalan yang seluruhnya berada di atas tiang pancang layaknya jembatan tersebut membuat perbaikannya sangat mendesak. Enggan menunggu penanganan dari instansi terkait yang dinilai lamban, masyarakat akhirnya mengambil inisiatif mandiri. Diprakarsai oleh Bhabinkamtibmas Bripka Ade Adha, Kadus 2 Syofyan, Kadus 3 Abdul Kosim Saputra, dan Kanijan dari Badan Permusyawaratan Kepenghuluan (BP Kep) Panipahan, warga menggelar gotong royong pada Rabu (5/8/2026).

Mereka bahu-membahu membangun jalan darurat secara swadaya agar mobilitas warga tidak lumpuh total.

"Jalan Sungai Sampai Niat ini akses satu-satunya masyarakat di sini untuk menuju pusat kota, apalagi agar anak-anak bisa pergi ke sekolah," keluh Ali, salah seorang warga Panipahan saat ditemui pada Kamis (6/8/2026).

Menurutnya, saat ini terdapat banyak ruas jalan di kawasan pesisir tersebut yang rusak, berlubang, atau amblas. Masyarakat terpaksa membangun jalan darurat sementara agar tetap bisa dilalui.

Sejumlah warga lainnya menyatakan bahwa perbaikan infrastruktur jalan tersebut sejatinya adalah tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR). Namun, masyarakat merasa pesimistis jika harus menunggu tindakan resmi.

"Jika ditunggu dana APBD atau pemerintah daerah, alamat menunggu lama," ungkap warga lainnya. Mereka juga mengeluhkan pemeliharaan jalan sebelumnya yang kerap kali hanya bertahan beberapa hari sebelum akhirnya kembali amblas dan membahayakan pelintas.

Kadis PUTR Umrah dan Sikap Bungkam Instansi

Upaya untuk mempertanyakan lambannya penanganan jalan terapung ini belum membuahkan hasil. Kepala Dinas PUTR Rokan Hilir, Khoirul Fahmi, belum dapat dikonfirmasi pada Kamis (6/8/2026) karena dikabarkan tengah menjalankan ibadah umrah ke Makkah.

Di sisi lain, situasi di lingkungan Dinas PUTR Rokan Hilir saat ini sedang tidak biasa. Pascapenggeledahan oleh Tim Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau beberapa waktu lalu, jajaran pegawai di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tersebut cenderung tertutup.

Kondisi ini memicu aksi gerakan tutup mulut dari para staf yang mencurigai kedatangan awak media, sehingga tidak ada satu pun pejabat berwenang yang bersedia memberikan keterangan terkait perbaikan jalan di Kecamatan Pasir Limau Kapas. ***