
SEMARANG- Usai menerima penghargaan penanggulangan kebakaran lahan dan hutan (karlahut) dari Mendagri, Bupati Siak Drs H Syamsuar MSi didaulatkan menjadi narasumber pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) membahas Penanggulangan Resiko Kebakaran Daerah di Semarang, Provinsi Jawa Tengah, Selasa (1/3/2016) siang.
Selain Bupati Syamsuar, Walikota Surabaya Tri Rismaharini dan Wakil Walikota Bandung Oded M Danial juga didaulat menjadi pembicara. Sementara Dekan Fakultas Science dan Teknologi Universitas Pelita Harapan, Prof Dr Manlian Ronald Simajuntak bertindak sebagai moderator.
Dalam paparannya, Syamsuar bercerita tentang pengalamannya bersama jajaran dan elemen terkait dalam menuntaskan pencegahan dan penanggulangan karlahut di Kabupaten Siak kurun waktu beberapa tahun terakhir.
Ekspos Syamsuar selama 10 menit bertajuk "Best Practise Strategi Kabupaten Siak Dalam Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan" itu menjadi pusat perhatian petinggi Direktorat Manajemen Penanggulangan Bencana dan Kebakaran Kemendagri serta peserta Rakornas.

"Luas lahan gambut di Kabupaten Siak mencapai 461.527 hektare yang tersebar di 9 kecamatan dan 67 kampung yang rawan terjadi kebakaran," kata Syamsuar memulai paparannya.
Di tahun 2014 saja sudah terjadi 649 kasus karlahut, namun pada 2015 angka ini berhasil diturunkan menjadi 389 kasus. "Kasus yang terjadi menjadi pelajaran kita untuk terus perbaikan," jelasnya.
Untuk menurunkan kasus karlahut, beber Syamsuar, Pemkab Siak membentuk satuan kerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), yang ditugaskan memetakan daerah rawan kebakaran menjadi 6 cluster dan 7 pos agar dalam tempo paling lambat 30 menit, tim pemadam sudah tiba dilokasi. Lalu 143 petugas damkar bersertifikasi yang dimiliki Siak dibagi dalam cluster dan pos tadi. Sarana dan prasarana pendukung sesuai kebutuhan lahan gambut juga dicukupkan guna mendukung operasional damkar.
Bupati sampaikan paparan terkait penanganan dan pencegahan karhutla di Hotel Patra Jasa Semarang.
"Di Siak, kita juga membuat embung penampungan air, kanal blocking berikut sekat kanalnya, pembuatan resevoar di 5 kecamatan," kata pria tiga anak ini.
Secara rutin, kata Syamsuar, Pemkab Siak juga melaksanakan inspeksi mendadak terhadap peralatan damkar yang dimiliki perusahaan swasta. "Selain itu, kita juga sudah membuat MoU antara pemerintah kecamatan dan perusahaan untuk kerjasama penanganan karlahut ini," tutupnya.
Apa yang disampaikan Syamsuar, didukung penuh Bernardus Wisnu Wijaya, Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB. "Indonesia harus belajar dari pengalaman akan besar dampak dan kerugian akibat bencana terhadap perekonomian," kata dia.
Bupati Siak Syamsuar memberikan cenderamata kepada Walikota Surabaya usai menyampaikan paparan terkait penanganan karhutla di hotel Patra Jasa Semarang.
Karena itu, menurut Wisnu, rencana penanggulangan bencana harus terintegrasi dalam RPJMN 2015-2019. "Sasaran dan arah kebijakan dan strategi pembangunan harus diarahkan untuk menurunkan indeks resiko zona pertumbuhan ekonomi," tegasnya.
Sedianya, Walikota Bandung Ridwan Kamil dijadwalkan juga menjadi narasumber dalam kegiatan ini. Namun mendadak diwakilkan kepada Wakil Walikota Oded Muhammad Danial dikarenakan ada agenda lain. (adv)
Bupati Siak Syamsuar, salah satu narasumber pada Rapat Koordinasi Nasional terkait masalah Karhutla di Semarang.
Bupati Siak terima penghargaan dari Mendagri.
Bupati Siak, Syamsuar tampak serius mengikuti upacara peringatan HUT Damkar yang berlangsung di alun-alun kota Semarang.
Komanda upacara menyiapkan barisan.
Mendagri Cahyo Kumolo menyerahkan Piagam Penghargaan kepada Bupati Siak pada Peringatan HUT Damkar di Kota Semarang.
Mendagri menyalami peserta upacara.
Sebelum acara dimulai, Bupati Siak Syamsuar foto bersama Walikota Semarang ditenda kehormatan.