PEKANBARU - Musyawarah Daerah (Musda) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Riau ke-14 yang merupakan momen mempersatukan KNPI Riau akhirnya berjalan dengan lancar dan menetapkan Nasarudin sebagai Ketua KNPI Riau terpilih periode 2021-2024.

Adapun dalam Musda tersebut, masing-masing Ketua Umum dari tiga DPP KNPI menunjuk caretaker-nya masing-masing, mereka adalah Ahmad Fauzan dari kubu Abdul Aziz, Romi Fernando dari kubu Nur Fajrieansyah, dan Daniel Eka dari kubu Mustahuddin.

Caretaker dari kubu Abdul Aziz, Ahmad Fauzan menjelaskan, Riau merupakan provinsi yang cukup diperhitungkan dalam DPP KNPI. Apalagi, dalam sejarahnya Riau merupakan cikal bakal peristiwa Kongres 'Ancol dan Bali'.

"Saya masih ingat itu peristiwanya di Hotel Mutiara Merdeka. Yang akhirnya dibuat kongres di Ancol dan Bali, ada nama Ahmad Doli Kurnia dan Azis Syamsuddin," kata Ahmad, Jumat, (2/4/2021).

Untuk itu, Ahmad sangat mengapresiasi semua pihak yang terlibat dalam Musda di Riau ini, karena ini merupakan kedua kalinya ada Musda yang di-caretaker-kan oleh tiga Ketum usai islah beberapa waktu lalu.

"Baru dua provinsi yang bersatu. Sebelumnya di DKI Jakarta dan kemarin di Riau. Melihat kesuksesan ini, kita tidak menutup kemungkinan, bahwa Riau bisa jadi tuan rumah Kongres Bersama nantinya pada pertengahan tahun 2021 ini, tepatnya di hari lahir KNPI," jelasnya.

Musda-musda yang berlangsung di daerah dengan caretaker tiga Ketum ini, sambung Ahmad, merupakan misi penyatuan dan dia berharap supaya konflik yang terjadi di Riau bisa diselesaikan dengan adil, termasuk penyusunan komposisi pengurus KNPI Riau periode 2021-2024.

"Kita sambut baik Musda ini, sudahi semua konflik pemuda. Posisi tawar KNPI sangat rendah, karena ada perpecahan ini, baik di daerah maupun pusat. Jadi pasca lebaran kita akan laksanakan kongres bersama, dan kongres ini sudah disetujui oleh Menkumham dan Menpora, mereka merespon dengan positif," tuturnya.

"Riau dan Jakarta akan kita solidkan. Menurut saya, sangat wajar kalau KNPI Riau bisa melaksanakan kegiatan pemuda nasional," tuturnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Musda KNPI ke-14, Pahrijal mengucapkan terimakasih kepada semua stakeholder yang terlibat dan mensukseskan acara ini, termasuk Pemprov Riau, Polda Riau dan Korem 031/WB.

Dikatakan pria yang biasa disapa Ijal ini, Musda ini sangat legal karena ada surat kesepakatan dari tiga Ketum dan juga sudah mendapatkan pengakuan dari Menkumham dan Menpora.

"Saya sengaja simpan SK-nya ini, dan saya tidak mau berdebat. Intinya, kita punya dasar menyelenggarakan Musda, termasuk soal legitimasi yang dipertanyakan. Karena Musda sudah selesai, dokumen ini sudah kita rapikan, dan selanjutnya menjadi domain ketua terpilih," pungkasnya.

Ketua KNPI Riau terpilih 2021-2024, Nasarudin, mengucapkan terimakasih kepada semua pihak terutama jajaran panitia yang sudah mempersiapkan dan menjalankan tugasnya dengan baik.

"Dan Alhamdulillah dalam Musda itu tidak ada pemilihan, bukan aklamasi namanya, tapi musyawarah mufakat," singkatnya.

Terkait Riau yang berpotensi menjadi tuan rumah Kongres Bersama KNPI, Nasar menjawab normatif. "Saya secara pribadi, kalau itu arahan pusat, kami tentu siap," tutupnya. ***