BAGHDAD -- Seorang bayi di Irak memiliki tiga penis. Kondisi langka pada bayi ini baru ketahuan setelah berusia tiga bulan.

Dokter yang meneliti keadaan bayi itu menyebut kondisi langka itu sebagai triphallia. Kasus triphallia ini dianggap yang pertama di dunia karena belum pernah dilaporkan sebelumnya.

Dikutip dari Inews.id yang melansir The Sun, Jumat (1/4/2021), dokter di rumah sakit di wilayah Kurdistan merinci hal itu dalam jurnal medis International Journal of Surgery Case Reports (IJSCR). Hal itu diketahui pertama kali ketika orangtuanya yang berasal dari Kota Dahuk membawa bayi tersebut ke rumah sakit terdekat saat berusia tiga bulan, karena kantong zakar atau skrotumnya mengalami bengkak serta terdapat dua tonjolan yang menyerupai daging tumbuh.

Setelah diperiksa oleh beberapa dokter ahli, mereka mengaku terkejut saat menemukan tonjolan yang dimaksud ternyata adalah penis, dengan panjang 2cm dan 1cm. Namun, kata dokter, dua penis tersebut tidak berfungsi seperti satu penis dengan kondisi normal.

Dokter juga menuturkan bahwa dua penis itu tidak memiliki uretra atau saluran tempat mengalirnya urine, meskipun memiliki ciri-ciri lain yang ada di penis pada umumnya.

Dokter menyebut kondisi yang sangat langka itu pertama kali didiagnosis pada 1609, di mana bayi lahir memiliki dua penis.

Sebelumnya, beberapa tahun lalu para dokter di India juga pernah mengklaim mendapati bayi laki-laki berusia dua tahun yang lahir dengan tiga penis dan tanpa anus. Namun, beberapa kalangan menyebut temuan itu tidak pernah ditulis dalam jurnal medis.

Dokter mengatakan, kondisi langka ini dapat terjadi pada satu dari setiap 5-6 juta kelahiran bayi laki-laki, namun kondisinya akan sangat berbeda dari satu kasus ke kasus lainnya. Sekitar 100 kasus bayi tercatat lahir dengan dua penis, dan dalam beberapa kasus kedua penis berfungsi secara normal.***