PEKANBARU — Munculnya percikan api dan asap di salah satu ruangan Kantor Bupati Indragiri Hilir (Inhil) menjadi peringatan serius bagi seluruh instansi pemerintah agar lebih memperhatikan aspek keselamatan, khususnya kondisi instalasi listrik.

Anggota DPRD Riau daerah pemilihan Inhil, Andi Darma Taufik, menegaskan bahwa peristiwa tersebut harus disikapi secara proporsional dan tidak dibumbui narasi liar. Berdasarkan informasi dari lapangan, insiden itu dinilai relatif kecil dan berhasil ditangani dengan cepat.

“Ini murni insiden. Soal apakah terbakar atau dibakar, itu ranah pihak berwenang. Pemerintah daerah tentu akan melakukan investigasi sesuai kewenangannya,” ujar Andi Darma Taufik, Rabu (7/1/2026).

Ia menilai kejadian tersebut menjadi warning keras bagi kantor-kantor pemerintahan, terutama terkait kondisi instalasi listrik yang sudah lama namun tidak disesuaikan dengan peningkatan daya dan beban listrik saat ini.

“Banyak kantor mengalami penambahan daya, tetapi instalasinya tidak di-upgrade. Kabel lama tentu memiliki batas ketahanan. Ini harus menjadi perhatian serius,” katanya.

Selain itu, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Riau ini juga mengingatkan pentingnya koordinasi dengan PLN guna memastikan keamanan instalasi seiring peningkatan arus listrik.

Terkait kesiapan penanggulangan kebakaran, Andi menyebutkan lokasi Kantor Bupati Inhil cukup dekat dengan kantor pemadam kebakaran, sekitar 50 hingga 100 meter, sehingga penanganan dapat dilakukan dengan cepat.

“Peralatan pencegahan sebenarnya cukup, dan posisi pemadam juga dekat. Ini bukan kejadian besar,” jelasnya.

Ia menambahkan, insiden serupa tidak hanya terjadi di Inhil. Dalam beberapa waktu terakhir, kebakaran juga pernah terjadi di kantor camat di Inhil serta di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau, seperti di Dinas Tenaga Kerja.

Menurutnya, kondisi geografis dan karakter bangunan di Inhil turut menjadi faktor risiko. Banyak rumah dan bangunan masih berbahan kayu dan berbentuk panggung, sehingga api mudah menyebar dan sulit dipadamkan.

“Edukasi soal kelistrikan di masyarakat masih minim. Sambungan listrik sering dilakukan tanpa standar keamanan, tanpa pipa pelindung. Ditambah faktor tikus, banjir, dan air pasang, ini sangat rawan,” ungkapnya.

Meski demikian, ia memastikan pelayanan publik di Kabupaten Inhil tetap berjalan normal. Insiden tersebut hanya terjadi di beberapa ruangan dan tidak mengganggu operasional Mal Pelayanan Publik yang telah terintegrasi.

“Saya kira tidak terlalu berpengaruh terhadap pelayanan kepada masyarakat,” tutupnya. ***