SELATPANJANG, GORIAU.COM - Setelah menerima laporan bahwa di laut Desa Mekong Kecamatan Tebing Tinggi Barat Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, terdapat banyak rumput laut, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kepulauan Meranti langsung merespon. Dalam waktu dekat, mereka berencana akan turun ke Desa Mekong untuk mengambil sampel rumput laut yang dimaksud.
Sebagaimana disampaikan Kepala DKP Kepulauan Meranti Drs Askandar, Minggu (24/8/2014). Kata Askandar, pengambilan sampel tersebut dilakukan setelah adanya informasi bahwa di desa tersebut begitu banyak terdapat rumput laut.
Tambahnya lagi, jika dari hasil penelitian nanti diketahui bahwa rumput laut itu bisa dikonsumsi masyarakat, maka bukan tidak mungkin nantinya bisa dibudidayakan.
"Terima kasih informasinya, dalam waktu dekat ini kita akan turun ke lokasi untuk mengambil sampel. Kalau memang dari hasil penelitian nanti rumput laut itu bisa dikonsumsi kan bisa dibudidayakan demi meningkatkan perekonomian masyarakat," kata Askandar.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, informasi mengenai keberadaan rumput laut tersebut pertama kali disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Desa Mekong, M Arif, kepada wartawan, Kamis (22/8/2014) lalu.
Menurut dia, di laut Desa Mekong yang tepat berada di depan Selat Melaka itu banyak terdapat rumput laut. Rumput laut itu tumbuh dengan subur pada setiap tali yang telah lama dibentangkan warga di laut.
"Setiap ada tali yang sudah lama di air selalu ditumbuhi rumput laut," kata M Arif.
Mesi banyak terdapat rumput laut, namun masyarakat Desa Mekong tidak bisa memastikan apakah rumput-rumput itu termasuk rumput laut yang bagus untuk dikonsumsi atau tidak. Karenanya, mereka berharap instansi terkait bisa segera turun dan melihat langsung rumput laut tersebut.
Arif juga mengaku siap mengembangkan rumput laut tersebut jika memang bisa diolah dan diknsumsi masyarakat. Tentunya dengan bimbingan instansi terkait.
"Kalau mereka (dinas terkait, red) mau turun ke sini lebih bagus. Mereka bisa melihat langsung apakah rumput-rumput laut itu jenis yang bisa dikonsumsi atau hanya rumput liar. Kalau yang bisa dikonsumsi, tentu ini bisa dibudi dayakan dan kita siap untuk itu," katanya lagi.
(zal)