PEKANBARU - Setelah resmi dilantik sebagai Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Pekanbaru, Riau periode 2018-2022, Anis Murzil menargetkan dimasa kepengurusannya, prestasi olahraga di Kota Bertuah semakin lebih baik.

Mengemban amanah sebagai Ketua KONI Kota Pekanbaru untuk masa bakti empat tahun kedepan, sejumlah program untuk meningkatkan prestasi olahraga serta menunjang kesejahteraan para atlet Kota Pekanbaru pun sudah dipersiapkannya bersama dengan 63 pengurus lainnya.

Saat berbincang dengan GoRiau.com di ruang kerjanya, Anis Murzil mengungkapkan jika target pentingnya ialah kembali merebut juara umum pada ajang olahraga terakbar di Riau, yaitu Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) X yang diwacanakan berlangsung pada tahun 2019 mendatang.

"Sebab, ujung dari pembinaan atlet ini akan terlihat dari hasil pada Porprov X mendatang dan tingkat keberhasilan dalam pembinaan dinilai dari kesuksesan atlet dalam meraih prestasi di ajang Porprov tersebut," ujarnya.

"Kita wacanakan Porprov X untuk digelar tahun 2019 mendatang dan jika disetujui KONI Riau saat rapat anggota nanti, maka kita punya waktu sekitar 1 tahun untuk segera membuat program pembinaan dan persiapan atlet mengahadapi Porprov," terangnya.

Anis memaparkan, pada program pembinaan atlet untuk Porprov ini nanti, pihaknya akan membagi dalam dua kelompok. Dimana atlet yang saat Porprov IX Kampar lalu meraih medali emas dan perak akan dibina bersama.

"Sedangkan kelompok kedua merupakan pembinaan khusus untuk atlet yang meraih medali perunggu pada Porprov IX Kampar dan digabungkan dengan atlet-atlet berpotensi lainnya untuk bisa meningkatkan prestasinya," paparnya.

Anis melanjutkan, untuk kelompok pertama ini pembinaannya akan diintensifkan dan pihaknya juga sedang mengupayakan uang pembinaan selama setahun pada tahun 2018 ini sebagai langkah menunjang peningkatan prestasi atlet.

"Jika kita tidak memperhatikan kesejahteraan atlet, maka upaya pembinaan tidak akan berjalan baik dan prestasi yang diharapkan pun tidak akan sempurna. Kita berharap atlet peraih emas bisa mempertahankan dan peraih perak bisa meningkatkan prestasi meraih emas," jelasnya.

Namun menurutnya, proses pembinaan terhadap atlet kelompok pertama ini akan menggunakan sistem degradasi. Artinya, selama proses pembinaan, para atlet ini akan diikutkan pada berbagai kejuaraan yang nantinya akan menjadi catatan. Jika atlet tidak mampu mempertahankan kualitas dan prestasinya, akan diganti dengan yang berpotensi.

"Untuk itu, kita juga sudah meminta Bidang Binpres KONI Kota Pekanbaru untuk mempersiapkan agenda jadwal pembinaan atlet selama setahun penuh. Tapi, jika Porprov X digelar tahun 2021, tentunya kita memiliki banyak waktu untuk lebih mematangkan atlet," pungkasnya.***