
PEKANBARU - Berkesempatan bertemu dengan Plt Tim Penggerak PKK Kabupaten Bengkalis, Hj Embung Megasari Zam, dikediamannya di Pekanbaru, Finalis Puteri Indonesia 2016 wakil Riau, Kurnia Illahi yang akrab disapa Nia, mendapatkan pembinaan dan pembekalan yang sangat luar biasa.
Nia dianggap seperti anaknya sendiri oleh Embung. Setiap sentuhan dan kedekatan terjalin dengan penuh keterikatan emosional. Perlahan tapi pasti, Embung memberikan contoh, bagaimana seorang putri melayu berdiri. Bagaimana putri melayu, berbicara dihadapan masyarakat.
Dengan didampingi oleh GoRiau.com, Jumat (22/1/2016), Embung berpesan agar Nia mampu menjaga emosi saat dan sebelum karantina. Emosi yang terbangun harus yang positif. "Saat ini, Nia milik masyarakat Indonesia, khususnya Riau. Nia harus menjaga fisik dan mental," ulas Embung didampingi Pj Bupati Bengkalis, Ahmad Syah Harrofie.
Menurut Embung, bahasa tubuh Nia merupakan bahagian dari komunikasi dirinya. Dalam keseharian Nia, harus bisa mencerminkan budaya Provinsi Riau. Nia harus banyak belajar untuk persiapan.
"Banyak tentang pengetahuan daerah Bengkalis khususnya melayu Riau secara keseluruhan. Ini pilihan Nia, untuk itu dia harus banyak belajar tentang sosial budaya, sosial ekonomi, dan banyak lagi pengetahuan umum daerah hingga nasional yang harus dipelajari Nia," katanya.
"Harapan saya Kurnia dapat menampilkan potensi dirinya dengan maksimal dan dia juga harus mampu membawa nama Riau hingga ke kancah nasional. Berbicara, bahasa tubuh, bahasa non verbal itu juga harus dikuasai lebih baik," terangnya.
Ibu Embung juga menunjukan manisan yang dibentuk rangkaian bunga dengan berbahan kates atau pepaya, belimbing dan mangga. Berbagai makanan khas Riau seperti lempuk durian, sagu, mie sagu, bolu kembojo dan masih banyak lagi yang lainnya.
"Kita juga akan bawa Nia bertemu dengan ibu Ketua TP PKK Riau dikediamannya. Tujuannya juga untuk menambah pengetahuan Nia dimasa karantina nanti. Saya yakin potensi diri Nia akan ditunjukannya," tutup Embung yang terus mengoreksi Nia untuk lebih baik dalam bertutur bahasa.
Nia yang juga merasa perlu belajar banyak itu sangat berterimakasih bisa lebih dekat dengan ibu Embung Megasari Zam. "Selain sangat ramah, ia juga memberikan banyak pengetahuan yang ia miliki kepada Nia. Dan semua yang disampaikannya itu adalah hal yang baru nia ketahui," ujar Nia singkat didampingi Kepala Disbudparpora Kabupaten Bengkalis, Eduar.***