SELATPANJANG, GORIAU.COM - Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kepulauan Meranti mengakui bahwa kerusakan jalan di Alahair hingga membuat pecahnya gorong-gorong dibawah jalan akibat hilir mudiknya kendaraan pengangkut aspal. Namun Pemkab Meranti tidak bisa berbuat apa-apa.
Demikian dikatakan Sekretaris Dinas PU, DR Aready SE MSi, kamis malam (12/2) kemarin. Katanya, rusaknya gorong-gorong akibat kendaraan berat. Sebab, tidak ada jalan lain atau jalan khusus yang dimanfaatkan alat berat untuk memobilisasi aspal dari Aspalt Mix Plane (AMP) di Tebingtinggi Barat ke Kota Selatpanjang.
"Kita tidak bisa memaksa perusahaan untuk membuat akses jalan proyek sehingga mereka tidak melewati jalan umum. Itu menjadi dampak negatif dari pembangunan," ujarnya.
Terkait soal pembaikan box culver itu sendiri DR Aready belum bisa memastikan akan dibangun dan diperbaiki pada tahun 2015 ini. Meski begitu dia akan mencoba melihatnya secara detail rencana pembangunan Pemkab Meranti tahun ini.
"Nanti coba saya cek lagi. Soalnya saya tidak hafal satu persatu. Jika tidak masuk, maka akan diusulkan pada APBD perubahan," katanya.
Pantauan di lapangan, setidaknya ada dua gorong-gorong yang rusak, sehingga membuat jalan utama tidak bisa dilewati. Pengguna jalan harus terlebih dahulu berbelok ke sisi kiri/kanan jalan jika ingin melintas, sebab di bagian tengah jalan diletakkan kayu dan ditempel papan layaknya kandang kambing ataupun kandang sapi, hanya saja tidak ada atap.
(zal)