
PEKANBARU, GORIAU.COM - Sempat hilang dari peredaran, kisah Mario Steven Ambarita, penumpang gelap di pesawat Garuda rute Pekanbaru-Jakarta ternyata masih berada di Pekanbaru. Disini, pemuda asal Bagan Sinembah Rohil ini menjalani hari-hari bersama tim Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS).
Kasubdit PPNS Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Rudi Ricardo, saat dihubungi GoRiau.com, Rabu (3/6/2015), membenarkan informasi ini. "Mario masih bersama kita di Pekanbaru, bukan di Rohil. Dia masih menjalani pemberkasan," jawabnya.
Pihaknya, sambung Rudi Ricardo, sampai sekarang masih berkoordinasi dengan Kejaksaan Agung (Kejagung RI), untuk melengkapi berkas perkara yang dikenakan terhadap Mario. "Jika ada berkas yang kurang, kita akan lengkapi lagi lagi pemberkasannya, kalau sudah lengkap kita akan proses dan serahkan tersangka dan barang bukti untuk Tahap II," ulasnya melalui sambungan telepon.
menurut Rudi, Mario dalam keadaan baik dan mampu diajak bekerjasama. PPNS belum bisa memastikan estimasi kapan proses pemberkasan ini tuntas. "Belum tahu estimasinya kapan selesai, kita hanya menunggu intruksi dari Kejagung RI," tutupnya.
Terakhir kali, Mario muncul saat menjalani tes kejiwaan di ruang gelar perkara Atmani Wedhana, kantor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Riau, Selasa (21/4/2015) lalu. Saat itu pemuda nekat tersebut hanya diam dan senyum-senyum saat diwawancarai sejumlah awak media. (had)