PANGKALAN KERINCI, GORIAU.COM - Pendidikan moral, bagaimana caranya? Salah satu kiat yang jitu adalah memperkenalkan dongeng mendidik pada anak seperti yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Pelalawan. Bahkan Pemkab memperkenalkan ragam dongeng mendidik itu dengan ragam event perlombaan. Wahhh!!!
Bupati Pelalawan, HM Harris, kepada wartawan (22/5/2013), mengatakan, selain untuk meningkatkan minat baca masyarakat khususnya bagi kalangan pelajar tingkat SD, dongeng diperkenalkan juga agar siswa mengetahui hakekat kebaikan dan keburukan.
Ketika itu, Bupati Pelalawan ini diwakili oleh Asisten IV Setda Pelalawan, Drs Zuhelmi untuk membuka Lomba Mendongeng tingkat SD/MI antar-kecamatan se Kabupaten Pelalawan yang di taja oleh Kantor Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Pelalawan.
Zuhelmi mengatakan, sampai sekarang ketrampilan mendongeng merupakan cabang dari kemampuan bercerita atau berbicara yang merupakan faktor penting dalam berkomunikasi yang harus terus dikembangkan. "Karena itulah, khusus mengenai kemampuan mendongeng ini maka akan mempunyai nilai-nilai istimewa yang bernilai positif untukdibudayakan," katanya.
Soalnya, sambung dia, dongeng atau kisah fiktif merupakan 'lambang' keakraban antara yang mendongeng dengan yang mendengarkan. Lain dari itu, dongeng juga merupakan sarana untuk menyampaikan nasehat dan pesan-pesan moral. Pasalnya, bercerita atau mendongeng memiliki banyak manfaat karenadalam cerita dongeng tersebut bisa disampaikan pesan akhlak dan etika kehidupan.
"Upaya ini juga bertujuan untuk mengenalkan dan menanamkan nilai-nilai positif pada anak dan cucunya," ujarnya.
Disamping itu, lanjutnya, dongeng dapat menjadi sarana untuk mewariskan nilai-nilai budaya dan sejarah. Karena itu, Pemkab Pelalawan memberikan apreasiasi yang tinggi pada jajaran Kantor Arsip dan Perpustakaan yang telah menyelenggarakan kegiatan lomba ini guna memberikan kontribusi dalam upaya peningkatan kualitas SDM.
"Soalnya, ini merupakan salah satu sarana untuk melihat dan mencari anak-nak yang punya potensi tinggi untuk dibina dan dikembangkan," tandasnya.
Kepala Kantor Arsip dan Perpustakaan Pelalawan, HT Ubaidilah mengatakan, kebudayaan membaca harus terus ditanamkan sedini mungkin. Karena dengan begitu, ke depannya diharapkan budaya membaca ini akan terus terbawa sampai besar nanti."Hal ini juga dalam rangka membentuk Sumber Daya Manusia (SDM), yang merupakan modal utama untuk mencapai tujuan pembangunan," tegasnya.
Sedangkan untuk materi lomba dongeng sendiri, lanjutnya, Kantor Arsip dan Perpustakaan menyediakan tiga cerita rakyat yang bisa dipilih para peserta. Diantaranya Batu Belah Batu Betangkup dan Suak Air Menguak yang merupakan cerita asli rakyat Riau. "Kami harapkan dengan mengangkat cerita rakyat tradisional ini maka cerita-cerita tersebut tak tenggelam di tengah arus modernisasi zaman," ungkapnya.
Untuk pesertanya, masih kata Ubaidillah, diikuti oleh 24 orang dari 12 kecamatan. Jadi dengan begitu, setiap kecamatan diwakili oleh dua orang perwakilan putra-putri dalam perlombaan ini. "Untuk aspek yang dinilai dalam lomba dongen ini sendiri diantaranya aspek penampilan, tehnik bercerita, penguasaan materi dan skillpeserta. Dan bagi peserta yang juara dalam lomba dongeng ini akan dikirim ke tingkat provinsi untuk lomba yang sama," tutupnya.(ilm)