PEKANBARU, GORIAU.COM - Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Riau putaran kedua tingga menghitung hari. Tepat pada Rabu (27/11/2013), 'pesta demokrasi' itu bakal segera dimulai. Namun laiknya, pelaksaannya bersih, jujur dan adil tanpa kecurangan.

Majelis Ulama Indonesia Wilayah Riau mengimbau semua pihak untuk mendukung Pilkada berjalan jujur dan adil tanpa kecurangan yang merupakan perbuatan dibenci oleh sang pencipta. "Kepada semua pihak untuk menahan diri dari berbuat curang dalam pelaksanaan Pilkada Riau pekan depan," kata Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Riau, Mahdini, kepada wartawan di Pekanbaru, Minggu siang (24/11/2013).

MUI meminta semua pihak untuk melaksanakan Pilkada yang bersih agar rakyat Riau mendapatkan pimpinan yang bersih, amanah dan jauh dari sikap curang.

Menurut dia, perbuatan curang itu merupakan salah satu perbuatan yang dibenci Allah SWT. "Untuk itu, ada baiknya melaksanakan Pilgub dengan cara yang baik sesuai dengan aturan berlaku," katanya.

Mahdini mengatakan, bahwa menang atau kalah merupakan hal lumrah dalam sebuah pertarungan termasuk dalam ajang Pilkada Riau.

Pihak pemenang menurut dia harus melaksanakan amanah dari rakyat sebaik-baiknya, sementara pihak yang kalah, tetap dirangkul untuk mendukung si pemenang untuk membangun daerah.

Ketua Dewan Penasehat Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau, Tenas Effendi menyerukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Riau dan semua pihak terkait untuk menggelar Pilkada bersih pada putaran kedua, 27 November mendatang.

Menurut dia, pelaksanaan Pilkada bersih sesuai aturan sudah termaktub dalam tunjuk ajar melayu, dimana dalam sebuah perlombaan atau pertandingan, harus bersaing sesuai dengan aturan main dan tidak melakukan kecurangan-kecurangan seperti penggelembungan suara, mobilisasi suara hingga cara-cara kekerasan untuk memenangkan laga.

"Termasuk tidak dibenarkan memfitnah untuk menjatuhkan lawan," katanya.

Dalam tunjuk ajar melayu, demikian Tenas, juga diajarkan untuk bersikap besar hati, yang artinya ikhlas jika pihak lawan memenangkan sebuah persaingan dan mendukung pemenang dalam membangun negeri.

"Bukan lantas melakukan aksi protes jika kalah. Apalagi dibarengi dengan tindak anarkis yang bertentangan dengan sikap melayu penuh lemah lembut dalam bertutur dan bersikap," katanya.

Pilkada Riau putaran kedua dilaksanakan pada 27 November 2013 dengan dua pasang calon gubernur dan wakil gubernur.

Pasangan nomor urut 1 Herman Abdullah - Agus Widayat (partai gabungan), sementara nomor urut 2 yakni Annas Maamum-Arsyadjulian di Rachman (Partai Golkar).(fzr)