
JAKARTA – Tim Nasional Indonesia akan menghadapi tantangan besar saat menjamu Bahrain dalam laga lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, Selasa (25/3/2025) malam di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Fokus utama Timnas kali ini: mengantisipasi kekuatan bola mati Bahrain yang terbukti berbahaya.
Pada pertemuan pertama Oktober 2024 lalu di Riffa, Indonesia kecolongan dua gol dari situasi bola mati, yang keduanya dicetak oleh bintang Bahrain, Mohamed Marhoon. Satu melalui tendangan bebas langsung, satu lagi dari skema sepak pojok.
Bahrain terbukti unggul dalam duel, baik darat maupun udara. Dalam laga tersebut, mereka memenangi 61 persen duel darat dan 57 persen duel udara. Statistik serupa juga mereka tunjukkan saat menghadapi Jepang baru-baru ini, meskipun kalah 0-2, Bahrain mampu membuat Jepang frustrasi selama 65 menit.
Statistik Duel Indonesia Masih Lemah
Kelemahan Indonesia dalam mengantisipasi bola mati belum sepenuhnya teratasi. Dalam laga terakhir melawan Australia yang berakhir 1-5, tiga dari lima gol Socceroos lahir dari kegagalan Indonesia merespons situasi bola mati, termasuk penalti akibat pelanggaran dalam duel sepak pojok.
Sepanjang tujuh laga terakhir, Indonesia hanya mencatatkan 35 persen keberhasilan duel udara, tertinggal dari Bahrain yang mencapai 44 persen.
Empat Kiper Latihan Khusus Hadapi Tekanan Udara
Sebagai antisipasi, empat kiper Indonesia — Maarten Paes, Emil Audero, Ernando Ari, dan Nadeo Argawinata — menjalani latihan intensif mengantisipasi situasi bola mati bersama pelatih kiper Sjoerd Woudenberg. Mereka dilatih memotong jalur umpan dan melakukan transisi cepat usai penguasaan bola.
Latihan ini dilanjutkan pada sesi resmi di SUGBK, Senin (24/3/2025), dengan skema menghadapi tendangan jarak dekat dan situasi satu lawan satu. Sementara itu, pelatih fisik Quentin Jacoba melatih 24 pemain outfield dalam duel satu lawan satu untuk memperkuat daya tahan fisik dan kemampuan adu badan.
Mohamed Marhoon: Sosok Kunci Bahrain
Pemain paling berbahaya dari Bahrain adalah Mohamed Marhoon. Ia mencetak dua gol saat pertemuan pertama dan menjadi motor serangan utama tim. Pemain Kuwait SC itu mencatat rating 8,8 versi Sofascore berkat kontribusi ofensifnya.
Marhoon juga tampil gemilang di Piala Teluk 2024, mencetak tiga gol dan satu assist, serta membawa Bahrain juara. Ia kini telah mengoleksi 19 gol dari 74 penampilan dan akan menjalani caps ke-75 melawan Indonesia.
Timnas Fokus Penuh dan Siap Mati-matian
Gelandang Timnas Indonesia, Marselino Ferdinan, menegaskan bahwa hanya ada satu tujuan dalam laga ini: menang. Tidak ada kompromi untuk hasil imbang atau kalah.
“Kita mati-matian di setiap pertandingan. Kita tidak ada tujuan untuk seri, tidak ada tujuan untuk kalah juga,” tegasnya dalam konferensi pers pra-laga di SUGBK.
Marselino menambahkan, seluruh tim sudah mengevaluasi kekalahan dari Australia dan siap menebusnya dengan penampilan maksimal melawan Bahrain.
Pelatih Patrick Kluivert turut menyatakan kepercayaan dirinya terhadap skuad Garuda. Ia menyebut kondisi ruang ganti saat ini sangat baik dan seluruh pemain dalam motivasi tinggi.
“Kami percaya diri bisa memetik hasil bagus. Mentalitas dan mindset tim ini bagus,” ujar Kluivert.
Laga malam ini juga menjadi debut kandang bagi Kluivert sebagai pelatih Timnas Indonesia. Ia yakin dukungan puluhan ribu suporter akan menjadi kekuatan tambahan untuk menaklukkan Bahrain.
Dengan misi menjaga peluang ke Piala Dunia 2026, Timnas Indonesia tak punya ruang untuk kesalahan. Seperti kata Marselino, “Hanya ada satu tujuan: Menang.” (ant)