
PEKANBARU – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menyelenggarakan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN), yang dimulai pada 18 Mei 2022 lalu. Program yang dicanangkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI ini, menargetkan setidaknya 90 persen dari total 180 ribu anak yang perlu divaksinasi.
"Tetapi, sejak dimulai tanggal 18 Mei kemarin, kita baru berhasil melakukan imunisasi kepada 20 persen dari sekitar 180 ribu anak itu," ujar Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru, Zaini Rizaldy Saragih, Senin (18/7/2022).
Ia menjelaskan, imunisasi program BIAN ini mencakup imunisasi untuk pencegahan sejumlah penyakit yang berbahaya bagi masa depan anak. Seperti campak, polio, rubella, Hepatitis, difteri, campak, tetanus dan lainnya.
"Tetapi, ada sebagian anak, orang tua yang masih enggan. Bahkan, ada beberapa sekolah yang menyurati, mereka tidak bersedia untuk dilakukan imunisasi," jelasnya.
Untuk hal itu, ia mengaku sudah melakukan koordinasi dan sosialisasi bersama Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama. Diharapkan dengan koordinasi bersama pihak-pihak tersebut, dapat meningkatkan antusias masyarakat, sehingga anak mendapatkan vaksinasi.
"Kita berharap mereka memberikan arahan, baik kepada sekolah negeri maupun swasta," pungkasnya.
Seperti dijelaskan sebelumnya, BIAN yang berlangsung sejak 18 Mei 2022 lalu melayani vaksinasi bagi anak, yang mencakup campak, rubella, polio, Hepatitis, dan sebagainya. Anak yang perlu mendapatkan vaksinasi ini berusia antara 0 tahun hingga 15 tahun. ***