
BENGKALIS, GORIAU.COM - Kantor Imigrasi Bengkalis akan membuat terobosan dalam bidang pelayanan pengurusan paspor. Rencananya, pengurusan atau pembuatan paspor di Bengkalis hanya perlu waktu satu hari.
''Program pengurusan paspor satu hari siap ini sudah diuji coba di daerah Jawa, namun dalam pelaksanaannya masih ada kendala. Saat ini kantor Imigrasi masih melakukan berbagai pembenahan fasilitas, sarana prasarana penunjang, sehingga program ini dapat dilaksanakan di seluruh Indonesia,'' ujar Kepala Kantor Imigrasi Bengkalis Mas Budi Priyatno ditemui baru-baru ini.
Ia mengatakan, saat ini ia terus berupaya memberikan layanan cepat kepada masyarakat. Tak ada kata menunggu atau menunda pembuatan paspor, sepanjang persyaratan sudah dipenuhi.
"Kalau untuk satu hari siap memang kita masih menunggu program ini diluncurkan pusat. Sudah uji coba memang di Jakarta,namun belum berhasil. Kemungkinan dalam waktu dekat program ini sudah bisa diluncurkan. Namun upaya memberikan layanan cepat sudah dilakukan, masyarakat hanya menunggu dua atau tiga hari untuk bisa mendapatkan paspor," ujar Mas Budi.
Selain itu kata Budi untuk pengurusan paspor,masyarakat juga tak perlu lagi harus datang ke kantor Imigrasi. Layanan lewat internet pun sudah disediakan. Pemohon cukup mengirimkan persyaratan lewat website yang sudah disediakan.
Menyinggung tentang jumlah paspor yang diterbitkan Imigrasi Bengkalis setiap bulannya, Mas Budi menyebut jika pengurusan paspor di Imigrasi Bengkalis jumlahnya tidak signifikan. Peningkatan permintaan pembuatan paspor baru meningkat signifikan saat liburan. Sementara pada bulan-bulan biasanya jumlah tidak begitu menonjol.
Kendati komitmen Imigrasi memberikan layanan cepat dalam pengurusan paspor, namun dalam pelaksanaannya masih terkendala dengan keterbatasan SDM dan peralatan pendukung.
"Kita maunya permohonan paspor dari masyarakat cepat diselesaikan, namun kadang-kadang peralatan yang ada cuma tersebut satu rusak. Sementara untuk memperbaikinya bukan sembarang orang bisa. Karena peralatan yang dipakai seperti alat scan,printer dan lainnya itu khusus dan bukan seperti yang dijual di pasaran. Karena itu ketika alat itu rusak, teknisinya juga khusus didatangkan dari perusahaan yang mempoduksi peralatan tersebut," jelasnya.
Tak jarang kata Mas Budi, ia harus meminjam sementara peralatan dari kantor Imigrasi terdekat jelang peralatan yang rusak diperbaiki.Namun begitu, kondisi ink.tak mengendorkan semangat memberikan layanan terbaik kepada masyarakat. (jfk)