DUMAI, GORIAU.COM - Menyikapi himbauan dari Komisi I DPRD Kota Dumai yang menyarankan untuk siswa tidak membawa kendaraan sendiri. Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Dumai meminta kepada pemerintah untuk menyediakan fasilitas bus sekolah.

Hal itu guna meminimalisir lakalantas yang mengancam keselamatan siswa yang selama ini membawa kendaraan sendiri.

Ketua HMI cabang Dumai, Eria Candra kepada GoRiau.com Rabu (11/9/13) menyebutkan kasus kecelakaan yang dialami anak dari salah seorang artis di Jakarta menjadi pelajaran bagi semua.

"Kita butuh solusi kongkrit bukan janji. Pemerintah hendaknya memfasilitasi bus sekolah bagi siswa SD dan SMP di Dumai, dimana seusia siswa tersebut belum diperbolehkan mengendarai kendaraan sendiri secara hukum lalu lintas," ujarnya.

Ditambahkan Eria, pemerintah tidak seharusnya cuma menghimbau dan menebar janji, tetapi realisasi dan bukti yang dibutuhkan masyarakat segera diwujudkan.

"Pendidikan merupakan tanggung jawab pemerintah termasuk bagian darinya adalah siswa yang harus dijaga, oleh karenanya baik segi keselamatan maupun peningkatan pendidikan agar lebih diperhatikan," harapnya.

Sebelumnya, Komisi I DPRD Dumai akan berkoordinasi kepada pihak Dinas Pendidikan Kota Dumai, untuk menghimbau seluruh sekolah melarang siswa yang tidak boleh membawa kendaraan sebelum memiliki SIM.

"Kita akan koordinasikan juga kepada Disdik agar menyebarkan himbauan disekolah-sekolah guna menertibkan siswa yang belum boleh berkendara," sebut Jhonfikar, Sekretaris Komisi I DPRD Dumai.

Persoalan siswa, kata Jhonfikar, merupakan hal yang diprioritaskan untuk meningkatkan pendidikan di Dumai. Oleh karenanya, Komisi I selalu peka terhadap permasalahan apalagi menyangkut keselamatan siswa.

"Dunia pendidikan menjadi prioritas pemerintah, apalagi permasalahan yang menyangkut keselamatan para siswa," jelasnya.(egy)