
PEKANBARU – Menjelang hari pencoblosan Pilkada serentak pada 27 November 2024, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Riau mengungkapkan belum menerima surat permintaan bantuan tenaga medis dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Riau.
"Hingga saat ini, kami belum menerima permintaan apa pun dari KPU Riau terkait bantuan tenaga medis untuk hari pencoblosan," ujar Kepala Dinas Kesehatan Riau, Sri Sadono Mulyanto saat dikonfirmasi oleh GoRiau.com,Senin (25/11/2024).
Ia menambahkan, jika ada permintaan dari pihak penyelenggara Pilkada, Dinkes Riau siap membantu sesuai dengan kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang tersedia.
"Kalau ada permintaan, tentu kami akan coba bantu sesuai kemampuan tenaga medis yang kami miliki," tegasnya.
Sementara itu, Ketua KPU Riau, Rusidi Rusdan, saat dikonfirmasi GoRiau.com menyatakan, akan memeriksa kembali apakah surat permintaan bantuan tenaga medis sudah diajukan atau belum.
"Kami akan cek kembali apakah surat permintaan untuk tenaga medis kepada Dinas Kesehatan sudah dikirim atau belum," ujarnya.
Rusidi juga menegaskan pentingnya kehadiran tenaga medis di hari pencoblosan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
"Jika ada tenaga medis yang siaga saat hari pencoblosan, tentu akan sangat membantu, terutama jika terjadi situasi darurat," tambah Rusidi.
Dinas Kesehatan Riau berharap KPU dapat segera mengoordinasikan kebutuhan tenaga medis, mengingat pengalaman dari pemilu-pemilu sebelumnya yang kerap menimbulkan korban akibat berbagai faktor, seperti kelelahan atau kondisi kesehatan mendadak.
Dengan hari pencoblosan yang semakin dekat, kerja sama antara KPU dan Dinas Kesehatan menjadi penting untuk memastikan kelancaran dan keselamatan proses pemilu. ***