
DURI - Saat ini penderita HIV dan AIDS di Kabupaten Bengkalis secara komulatif hingga tahun 2016 tercatat sebanyak 350 kasus dan 40 kasus diantaranya penderita baru yang ditemukan pada tahun 2016 dan mirisnya lagi 3 kasus adalah Ibu Hamil.
Demikian dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Bengkalis, H Mohammad Sukri kepada GoRiau.com (GoNews Grup) dalam kunjungan kerjanya ke Mandau, Selasa (27/12/2016) siang.
"Kita semakin cemas dan kuatir karena di lingkungan kita semakin hari semakin banyak masyarakat yang kedapatan mati karena menderita AIDS. Apalagi dalam catatan terakhir, 3 kasus itu terjadi pada ibu hamil yang otomatis akan menularkan penyakit yang vaksinnya belum ada sampai sejauh ini," kata M Sukri.
Penyakit yang menyebabkan kematian ini, masih kata Sukri, terjadi karena sistem kekebalan tubuh manusia dirusak oleh Virus HIV, akibatnya orang yang diserang oleh AIDS sangat rentan terhadap serangan penyakit
"Kewaspadaan terhadap serangan virus HIV harus terus ditingkatkan, karena penyakit ini bisa menyebar secara luas. Penularan dan penyebaran HIV kebanyakan melalui hubungan seks bebas atau bisa juga melalui tranfusi darah," ujar M Sukri.
Tidak hanya itu, kata Sukri menambahkan, pergaulan seks bebas, prostitusi, pelacuran, penggunaan narkoba melalui pemakaian jarum suntik secara bergantian dan bersama-sama juga cara paling cepat bagi penularan HIV-AIDS.
"Harus dilakukan langkah-langkah antisipatif secara intensif dan terpadu baik oleh lembaga pemerintah, LSM peduli AIDS dan tokoh-tokoh panutan masyarakat," tuturnya.*** #BENGKALIS