PEKANBARU, GORIAU.COM - Visi dan Misi yang disampaikan pasangan Calon GubeRnur dan Wakil Gubernur Riau 2013 - 2018 khususnya yang mengusung ''pendidikan gratis'' dinilai tak masuk akal. Kalaupun biaya bisa ditekan, pendidikan yang sesuai untuk Riau adalan pendidikan murah tapi bermutu.

''Kita berharap bagaimana pendidikan bisa murah dan mutu tetap bagus. Bukan pendidikan gratis,'' ujar pengamat Pendidikan Riau, Hikmani Wahid MPd, Kamis (22/8/2013).

Ia mengatakan janji-janji politik untuk menarik simpatik pemilih sah-sah saja dilakukan pasangan calon yang akan bertarung di Pemilihan Gubenur Riau (Pilgubri) tanggal 4 September 2013 mendatang, tapi hendaknya janganlah janji politik yang tidak masuk akal.

''Saya menilai dalam visi dan misi dari pasangannya peserta Pilgubri 2013 soal pendidikan gratis tidak masuk diakal. Sebab, sampai saat ini pendidikan gratis yang didengungkan tidak terealisasi sebagaimana diharapkan. Bukti nyata itu banyak keluhan dari orang tua/wali murid yang masih dibebankan dengan berbagai biaya, kendati itu diakui tidak ada lagi pembayaran SPP di sekolah negeri,'' ujarnya.

Politisi PAN mengatakan arah pembangunan sektor pendidikan seharusnya ditujukan untuk mencapai target pendidikan murah serta bermutu. Artinya, itu dapat dilakukan lewat penerapan sistem subsidi silang.

''Pendidikan secara gratis itu ujung-ujungnya juga pakai APBD. Dan ini tentu akan tetap memberi beban kepada masyarakat. Maka langkah yang tepat itu bukanya pendidikan gratis yang didengung-dengungkan tapi menggalakan pendidikan murah dan bermutu lewat subsidi silang,'' kata Hikmani yang juga anggota Komisi B DPRD Riau ini.

Hikmani juga menegaskan, jikalau benar nanti diwujudkan pendidikan gratis oleh pemimpim mendatang maka dipastikan akan ada diskriminasi sekolah negeri dengan swasta sebab sekolah swasta tidak akan bisa melakukan pendidikan gratis dikarena tidak mendapatkan suntikan anggaran sebagaimana sekolah negeri. Selain itu sebutnya, jika benar terwujud pendidikan gratis, maka diyakini kualitas pendidilan bisa menurun. (rdi)