PEKANBARU - Keterbatasan anggaran daerah menjadi hambatan utama dalam pengembangan sektor pariwisata di Provinsi Riau. Anggota Komisi VII DPR RI, Hendry Munief, MBA memastikan siap mengawal usulan bantuan dana pusat usai mengunjungi Dinas Pariwisata Provinsi Riau, Selasa (23/6/2026).

Sekretaris Dinas Pariwisata Provinsi Riau, Ade Yudistira, SH, MSi menyambut langsung kunjungan kerja tersebut. Ia memaparkan evaluasi kunjungan wisata tahun 2025 yang mencapai belasan juta orang untuk wisatawan nusantara dan ratusan ribu wisatawan mancanegara.

"Untuk target tahun 2027, kita mengejar angka 301.361 kunjungan wisatawan mancanegara dan melampaui sembilan juta wisatawan nusantara. Harapan kita tentu ada dukungan penuh dan kolaborasi dari Komisi VII," jelas Ade.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan kendala utama yang menahan laju sektor pariwisata daerah. Keterbatasan akses menuju destinasi wisata dan kurangnya sarana prasarana pendukung masih menjadi pekerjaan rumah. Ruang fiskal daerah yang sempit membuat dinas sangat membutuhkan suntikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Kita sangat berharap adanya dukungan dana APBN agar target kinerja sektor pariwisata dapat terealisasi secara maksimal," tambahnya.

Mendengar pemaparan tersebut, Hendry Munief mengakui bahwa Riau memiliki segudang potensi wisata dan ekonomi kreatif yang belum tergarap optimal karena masalah pendanaan.

"Ini menjadi fokus pembahasan kita di Komisi VII. Usulan dari dinas akan diteruskan ke mitra kementerian hingga rapat Badan Anggaran DPR RI. Kita kawal maksimal agar harapan masyarakat Riau terkabul," terang Hendry. ***