SURABAYA - Kemarin petang (29/7) warga Waru dikejutkan aksi pembunuhan. Insiden itu memakan dua korban. Nur Aini, 25, saat ini masih dirawat di RS Bhayangkara karena masih kritis dan Muhammad Rofii, 28, ditemukan tewas. Mereka diduga menjalin hubungan gelap alias selingkuh.

Berdasar informasi yang dihimpun, pembunuhan dengan membacok dua korban tersebut terjadi pada pukul 16.30 Awalnya, warga dikagetkan dengan teriakan Sum, pembantu di rumah Aini. ’’Tolong. Tolong. Begitu,’’ kata Wahyuni, warga yang berada tidak jauh dari rumah korban.

Teriakan itu kontan saja menarik perhatian warga sekitar. Mereka berdatangan ke rumah berlantai dua yang selama ini ditinggali Aini. Nah, pemandangan mengerikan pun terlihat.

Aini, si penghuni rumah, ditemukan terkapar di kamar lantai 2. Tepatnya di dekat pintu. Saat itu korban memakai kaus hitam dan bawahan kain batik. Dia bersimbah darah. Di dekatnya, terdapat Rofii yang juga mengenakan kaus hitam dan celana jins. Nasib mereka sama. Keduanya tidak sadarkan diri.

Kejadian tersebut tentu saja membuat warga gaduh. Massa berdatangan ke lokasi. Beberapa saat berselang, sejumlah polisi tiba. ’’Yang perempuan masih bernapas,’’ ungkap salah seorang petugas yang enggan menyebutkan namanya. Aini lantas dievakuasi ke rumah sakit terdekat dengan pikap. Dia dilarikan ke RS Bhayangkara Polda Jatim.

Menurut pantauan di lokasi, Rofii baru dievakuasi petugas pada pukul 18.30. Tubuhnya dimasukkan kantong kuning jenazah. Dia juga dibawa ke RS Bhayangkara Polda Jatim.

Insiden itu tidak hanya menarik perhatian warga sekitar. Kapolresta Sidoarjo Kombespol Zain Dwi Nugroho juga mendatangi TKP. ’’Belum bisa dipastikan kedua korban pasutri atau bukan,’’ ujarnya.

Yang pasti, kata dia, petugas sudah melakukan olah TKP. Tujuannya adalah mendapatkan gambaran utuh. ’’Nanti kalau ada perkembangan disampaikan lagi,’’ tutur alumnus Akpol 1997 tersebut.

Zain menjelaskan, terdapat luka di beberapa tubuh korban. Baik Aini maupun Rofii. ’’Di pinggang dan tangan. Itu sayatan benda tajam. Bukan tumpul,’’ jelasnya.

Nia, salah seorang warga, memberikan pernyataan mengejutkan. Aini ternyata sedang hamil tiga bulan. ’’Mengandung anak ketiga,’’ terangnya. Aini, lanjut dia, adalah istri Lukman. Bukan Rofii. ’’Suaminya pulang kampung ke Madura,’’ ungkapnya.

Lukman dan Aini memiliki dua anak. Anak sulung mereka bernama Rizki. Anak kedua bernama Nadira. ’’Yang besar baru SD kelas II,’’ katanya.

Disinggung tentang asal usul Rofii, Nia hanya menggelengkan kepala. Dia tidak tahu. Menurut dia, selama ini banyak orang yang keluar masuk ke rumah Aini. ’’Bertamu biasa, kurang tahu maksud tujuannya,’’ ucapnya.

Rohman, warga lain, menyebutkan bahwa terduga pelaku pembacokan merupakan saudara Lukman. Mereka diduga Iskandar, 37, dan Sahid, 35. ’’Dua orang. Itu pamannya Lukman,’’ paparnya.

Mereka terlihat masuk ke rumah sebelum pembantu korban teriak minta tolong. ’’Tidak ada yang tahu keluarnya,’’ ujarnya. ’’Mereka juga kos di Waru. Tetapi, saya kurang tahu di mana,’’ lanjutnya.

Kasatreskrim Polresta Sidoarjo Kompol Ali Purnomo belum mau berkomentar tentang identitas dua pelaku tersebut. Dia ingin memastikan lebih dulu. ’’Yang pasti, diupayakan agar segera terungkap,’’ tegas mantan Wakasatreskrim Polrestabes Surabaya tersebut.

Aini Dikenal Pendiam

Insiden pembacokan yang dialami Nur Aini membuat Nia prihatin. Ibu anak empat tersebut adalah teman dekat Aini. ’’Kami sering ketemu di sekolah,” ungkapnya. Nia dan Aini menyekolahkan anak mereka di sekolah yang sama. ’’Baru naik kelas II tahun ini,” ujarnya.

Nia tak begitu tahu kepribadian Aini. Dia menyebut perempuan 25 tahun itu pendiam. ’’Bicaranya seperlunya saja,” katanya. Misalnya, berkaitan dengan agenda sekolah anak-anak mereka.

Hal serupa diutarakan Nurul, tetangga Aini yang lain. Nurul mengatakan, Aini jarang keluar rumah. ’’Mungkin karena capek jualan juga,” tuturnya.

Aini selama ini dikenal sebagai pedagang di Pasar Waru. Dia berdagang dengan suaminya ’’Penghasilannya cukup untuk menghidupi sekeluarga,” ucap Nurul. Di rumah tersebut, lanjut Nurul, tinggal enam orang. Selain Aini, Lukman, serta dua anak mereka, ada pembantu dan Rofik. Nama terakhir adalah adik Aini. ’’Masih SMP. Itu yang bayari juga Aini,” terangnya.

Nurul tak menyangka rumah tangga Aini dengan Lukman bakal seperti itu. Dia kaget ketika ada isu perselingkuhan dalam rumah tangga mereka. ’’Selama ini adem ayem saja,’’ imbuhnya.***