
PEKANBARU, GORIAU.COM - Warga Kompleks Perumahan Bertuah Sejahtera, Kelurahan Kulim, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru, dihebohkan ulah maling misterius. Selain berhasil membongkar sejumlah rumah dan membawa kabur barang berharga, penjahat ini juga menggasak semangkuk gulai jengkol milik masyarakat yang menjadi korbannya.
Anto (29), seorang kepala keluarga yang bermukim di kompleks perumahan itu mengaku resah. "Kejadiannya sudah berulang kali sejak dua pekan ini. Saya sering dinas malam makanya resah," kata pria yang bekerja sebagai petugas keamanan perbankan ini, Minggu malam (8/12/2013).
Menurut informasi sejumlah warga di lingkungan yang sama, pelaku bekerja secara berkomplot. Bahkan beberapa warga ada yang mempercayai penjahat tersebut berjimat karena kerap membobol rumah saat pemiliknya terpulas tanpa sadarkan diri.
"Herannya kok bisa masuk ke dalam rumah dengan leluasa. Ada korban satu keluarga tidur di ruang tamu dan malingnya itu masuk setelah mencongkel jendela depan," kata Didi (34), warga lingkungan Perumahan Bertuah Sejahtera.
Pekan lalu pada dini hari, menurut Didik, ada satu rumah yang berada di Blok K kehilangan emas, uang dan beberapa unit telepon genggam (handphone) setelah maling masuk dengan mencongkel jendela depan.
Dengan santainya, demikian Didik, maling tersebut menggeleda isi rumah sementara keluarga penghuni rumah itu tertidur tepat di bawah jendela yang dibongkar.
Pengakuan korban, maling tersebut membawa kabur isi dompet dan tas berupa uang serta perhiasan dan sejumlah 'handphone' dengan nilai yang ditaksir lebih Rp6 juta.
Tidak hanya itu, menurut informasi warga, maling juga beraksi di salah satu rumah Blok J pada kompleks perumahan yang sama. Kali ini, penjahat yang diperkirakan berjumlah dua orang itu masuk saat pemilik rumah tengah tidak berada di tempat.
"Kejadiannya sekitar jam 20.00 WIB. Waktu itu pemilik rumah sedang pergi bersama anak-anaknya. Maling masuk dan membawa sejumlah barang berharga seperti uang dan perhiasan," kata Dayat, seorang warga.
Beberapa hari kemudian, menurut informasi, kembali rumah seorang warga pada Blok J disatroni maling. Kali ini tidak hanya membawa kabur uang dan barang berharga, namun juga menyantap gulai jengkol milik korban.
"Parahnya, gulai jengkol yang ada di dalam mangkuk itu juga dibawa kabur. Sama mangkuk-mangkuknya dibawa kabur," kata warga.
Kejadian tersebut mendatangkan keresahan luar biasa bagi sejumlah warga di lingkungan perumahan. Terlebih ketika Anto, yang tinggal di Blok K, kembali memergoki seorang laki-laki dengan penampilan urak-urakan. Pria misterius itu secara tiba-tiba berada di depan rumahnya.
"Waktu itu sekitar tiga hari lalu, malam Jumat. Saya baru pulang kerja. Pas mau buka pintu, badan saya merinding. Kemudian saya masuk dan shalat untuk meminta petunjuk, ada apa ini sebenarnya kok perasaan nggak enak," kata dia.
Selepas shalat, Anto kemudian kembali keluar rumah melalui pintu depan. Saat itu, kata dia, terpergok seorang laki-laki, pakai celana setengah lutut dan jaket sobek namun wajahnya tidak begitu jelas. Pria itu berdiri tepat dihadapannya.
Spontan, Anto kemudian berteriak "maling... maling..." Sejumlah warga yang mendengar lalu turut keluar dengan membawa sejumlah senjata tajam. Pelaku pun diburu!
"Logikanya, ngapain juga orang itu subuh-subuh ada di perumahan kalau bukan mau maling. Curiganya, ketika diteriaki maling, dia kabur. Dugaan kami mereka ada dua orang, yang satunya lagi sembunyi di belakang rumah," katanya.
Sayangnya, demikian Anto, saat dikejar pelaku berhasil lolos dengan kabur ke sekitar semak-semak perkebunan. Sejak itu, semua warga di Kompleks Perumahan Bertuah Sejahtera terus dibayangi keresahan.
"Saya saja, sudah beberapa malam ini terpaksa harus begadang menjaga rumah. Selalu jam 04.00 subuh saya tidur. Akibatnya pas kerja saya mengantuk. Selain saya, warga lainnya juga mengaku selalu waspada saat malam hari," katanya.
Rentetan kejadian meresahkan itu memaksa warga berinisiatif untuk melakukan langkah-langkah antisipasi. Selain berencana menghidupkan kembali pos ronda, beberapa diantaranya bahkan ada yang mengadu ke paranormal alias dukun.
Di sana warga mendapatkan jawaban yang 'meraba-raba' terkait ciri-ciri pelaku. Sang dukun menyatakan pencuri itu adalah dua orang dan merupakan sepasang suami isteri yang memiliki jimat untuk membuat korbannya tak sadarkan diri saat disatroni.
Akibatnya, sesama warga menjadi saling mencurigai, terlebih terhadap sosok wanita yang memiliki cacat fisik pada kaki. Itu setelah sang dukun 'memvonis' bahwa salah satu ciri pelaku wanitanya juga mengalami kepincangan pada salah satu tungkainya.
Keyakinan warga diperkuat dengan ditemukannya benda-benda aneh di beberapa rumah warga yang menjadi korban maling misterius itu. Seperti paku dengan dililit rambut, ditemukan di dalam tanah pekarangan belakang salah satu rumah yang kemalingan.(fzr)