SELATPANJANG, GORIAU.COM - Bagi masyarakat Kepulauan Meranti yang ingin membeli daging hendaklah lebih berhati-hati. Pasalnya daging beku asal Malaysia berbahaya kalau dikonsumsi karena belum bebas dari penyakit mulut dan kuku.
Demikian diungkapkan Kepala Balai Karantina Pertanian Wilayah Selatpanjang, drh Andry Pandu Latansa, ketika ditemui di sela-sela sidak daging beku asal Malaysia bersama Dinas Peternakan Pertanian dan Ketahanan pangan Kepulauan Meranti dan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Riau, Jumat (26/6/2015).
Kata Andry, sidak ini dilakukan guna menghindari adanya pemasukan daging beku asal Malaysia, yang masih belum bebas dari penyakit mulut dan kuku. Ancaman penyakit ini pula dapat meresahkan masyarakat yang mengkonsumsinya
"Kami membutuhkan adanya laporan dari masyarakat bila menemukan adanya pedagang yang menjual daging beku dari Malaysia," kata Andry.Â
Petugas Dinas Peternakan Provinsi Riau, drh Dewi Anggraini MM, kepada wartawan mengatakan bahwa kegiatan ini dilakukan rutin oleh dinas peternakan provinsi ke setiap kabupaten kota. Sidak ini guna menjamin daging yang dikonsumsi masyarakat mencakup aspek ASUH, yaitu Aman, Sehat, Utuh dan Halal. "Kita imbau kepada masyarakat untuk lebih memilih daging sapi lokal atau yang dipotong di Rumah Potong Hewan setempat karena pasti sudah dijamin keamanan dan higenisitasnya," kata Dewi pula.
Sementara itu beberapa pedagang yang ditemui saat sidak mengatakan, mereka tidak menjual daging beku. Hal itu dikarenakan masyarakat lebih suka memilih daging segar walaupun harganya lebih mahal. "Yang penting aman dikonsumsi, tak hiraulah harganya agak mahal," kata Ibrahim salah seorang pedagang daging di Pasar Ikan selatpanjang.
Ibrahim juga berjanji akan melaporkan bila ada pedagang nakal yang mencoba menjual daging beku asal Malaysia tersebut.
Terlihat hadir dalam sidak itu, drh Efdi Dermawan petugas dari Dinas Peternakan, Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kepulauan Meranti.
(zal)