
PELALAWAN, GORIAU.COM - Sebanyak 64 siswa-siswi dari sejumlah Sekolah Menengah Atas / Sederajat hari ini, Selasa (22/4) dan Rabu (23/4) mengikuti tes tertulis guna merebut kesempatan menjadi penerima beasiswa Ikatan Dinas Akademi Teknologi Pulp dan Kertas (ATPK) dan Institut Pertanian Stiper (Instiper) serta beasiswa regional Tanoto Foundation (TF) untuk siswa berprestasi dan kurang mampu di seluruh wilayah operasional PT. Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) di Riau. Tes tertulis dilaksanakan di Gedung APRIL Learning Institute (ALI), Pangkalan Kerinci.
Community Development (CD) Manager RAPP, Lukman mengatakan kegiatan ujian tertulis ini digelar dalam dua hari, hari pertama psikotes oleh tim HRD, kemudian tes potensi akademik yang dilaksanakan langsung oleh Instiper Yogyakarta dan ATPK Bandung.
''Untuk tes psikotes, langsung dilakukan oleh tim HRD kita, sedangkan untuk potensi akademik yakni matematika, biologi, kimia, fisika, bahasa Inggris dan Indonesia, itu langsung dites oleh Instiper dan ATPK. Jadi tesnya murni karena langsung ditentukan oleh pihak kampusnya sehingga lulus tidak lulusnya itu tergantung kemampuan siswa itu sendiri,'' kata Lukman melalui rilisnya kepada GoRiau.com, Selasa (22/4/2014).
Bagi mereka yang lulus nantinya sebelum diberangkatkan, ditambahkan Lukman, mereka akan dibekali dengan berbagai ilmu dan motivasi agar mampu bersaing di kampus masing-masing. ''Jadi supaya mereka berprestasi, sebelum berangkat kesana (Yogyakarta dan Bandung.red), kita menyiapkan program orientasi yang isinya penyiapan mental, motivasi diri, dan secara bertahap akan dikenalkan dengan industri kita (RAPP.red),'' ungkap Lukman.
Program beasiswa ikatan dinas RAPP ini merupakan wujud kepedulian perusahaan terhadap masyarakat sekitar wilayah operasional perusahaan. Lukman mengatakan kategori masyarakat yang dimaksud ada dua hal yakni masyarakat yang tidak punya akses ke Perguruan Tinggi dan secara ekonomi tergolong kurang mampu.
''Maka RAPP mencoba memberikan solusi dengan mengirimkan anak-anak dari masyarakat tersebut ke perguruan tinggi yang aplikatif seperti Instiper yang fokus ke pengelolaan Hutan Tanaman Industri dan ATPK yang khusus pulp dan kertas,'' ungkapnya.
Selama proses pendidikan berlangsung, biaya para siswa penerima beasiswa akan ditanggung sepenuhnya oleh perusahaan dan dipantau perkembangan belajarnya secara rutin. Setiap tahunnya, manajemen RAPP akan melakukan kunjungan rutin ke setiap kampus guna memberikan motivasi.dan melihat perkembangan siswa.
Muhammad Afandi, penerima beasiswa yang saat ini sedang kuliah di ATPK Bandung, merasa senang dan bangga bisa mendapat kesempatan beasiswa. Menurutnya, selain bebas biaya kuliah dan mendapat uang saku, dirinya juga bisa meringankan beban orang tua.
"Ya tentunya senang dan bangga. Di sini asik, tinggal belajar aja dan kita hidup bersama, bukan di kos-kosan, ditambah pengalamannya seru dan pelajarannya mudah dipahami," ungkap lulusan Pondok Pesantren Teknologi Riau, Pasir Putih, Pekanbaru.
Keberhasilan Fandi dalam meraih beasiswa ini tek lepas dari dukungan dan semangat dari Sang Ibu. Pesan Ibunya membuat dirinya tertantang agar bisa sukses di masa depan.
"Dekat rumah kami ada orang yang bekerja di RAPP, di situlah Ibu saya berpesan, pokoknya kamu harus sukses di masa depan, kamu harus bisa jadi orang, lihat bapak itu, bisa keliling dunia malah," katanya menirukan pesan sang Ibu.
Hingga saat ini, sekitar 60 siswa sedang belajar di ATPK, dan sudah mencapai 23 angkatan. Beasiswa ATPK merupakan beasiswa kerjasama TF dan RAPP yang telah dijalankan sejak Desember 2008. Jangka waktu pemberian beasiswa ATPK selama 3 tahun 6 bulan. Beasiswa diberikan pada pelajar SMA dengan peringkat 10 besar di sekolah. Setelah lulus dari kampus, siswa akan bekerja di RAPP atau di perusahaan grup di bawah naungan Raja Garuda Emas (RGE) untuk mengikuti ikatan dinas selama 5 tahun.
RAPP/ TF percaya bahwa program pendidikan yang berkualitas merupakan hal yang sangat penting dalam peningkatan kualitas hidup seseorang dan masyarakat. Selaku Founder dari RAPP/ TF, Sukanto Tanoto dan Tinah B. Tanoto, meyakini bahwa setiap manusia memiliki hak yang sama dalam memperoleh kehidupan yang lebih baik. Dengan terbukanya kesempatan untuk memperoleh pendidikan, maka taraf kehidupan akan menjadi lebih baik. (rls)