
TELUKKUANTAN – Sejumlah komoditi bahan pokok di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau dijual di atas harga eceran tertinggi (HET). Bahkan, ada komoditi yang melambung tinggi di atas HET.
Seperti kedelai, HET yang ditetapkan pemerintah adalah Rp6.500 per Kg. Berdasarkan hasil pemantauan Dinas Koperasi UKM Perdagangan dan Perindustrian Kuansing di Pasar Tradisional Berbasis Modern Telukkuantan, Rabu (27/7/2023) pagi, harga kedelai adalah Rp15.300 per Kg.
Begitu juga dengan telur ayam kampung HET-nya adalah Rp20 ribu per Kg. Sedangkan para pedagang menjual Rp50 ribu per Kg. Sedangkan untuk dagingnya adalah Rp65 ribu per Kg, padahal HET-nya hanya Rp35 ribu per Kg.
Untuk daging sapi, harga yang ditetapkan pedagang adalah Rp130 ribu per Kg. Jelas ini juga di atas HET yang hanya Rp105 ribu per Kg.
Sementara, minyak goreng subsidi Minyakita dijual dengan harga Rp15 ribu per Kg. Padahal HET-nya adalah Rp14 ribu per Kg. Sedangkan minyak curah dijual dengan harga Rp13.500, dua ribu rupiah di atas HET. Sama juga dengan minyak goreng kemasan sederhana dengan harga Rp15 ribu per Kg dan HET-nya hanya Rp13.500 per Kg.
Kemudian, gula pasir HET-nya adalah Rp12.500 per Kg dan dijual dengan harga Rp15 ribu per Kg.
Untuk beras, masih jauh di atas HET, kecuali beras Bulog. Beras Bulog dijual dengan harga Rp9.950 per Kg. Sedangkan beras kemasan premium merk pandan wangi dan anak daro dijual Rp16 ribu per Kg, padahal HET-nya hanya Rp13.300 per Kg.
Mengenai hal ini, Mardansyah, Kepala Dinas Koperasi UKM Dagrin Kuansing, menyatakan harga sembako stabil jika dibandingkan dengan harga pekan sebelumnya.
"Kalau harga di atas HET, itu disebabkan karena komoditi melalui sales. Jadi sudah banyak tangan, baru sampai ke pedagang. Itu yang membuat harga di atas HET," ujar Mardansyah.
Naiknya harga sembako juga dipicu oleh tingginya permintaan, sedangkan ketersediaan sedikit.
Guna menjaga stabilitas, DiskopUKM Dagrin Kuansing terus melakukan pemantauan harga sembako.***