TELUK KUANTAN, GORIAU.COM - Petani karet di Kabupaten Kuantan Singingi mengeluhkan rendahnya harga karet, terlebih saat ini musim penghujan. Situasi seperti ini membuat masyarakat yang 'menggantungkan' hidup di pohon karet semakin terjepit.
"Harga saat ini sangat tidak sebanding dengan harga barang pokok, ini situasi yang sulit," ujar Musdiana, seorang petani karet di Pangean, Selasa (5/8/2014).
Dikatakan Musdiana, para Toke hanya membeli karet masyarakat dengan kisaran harga Rp6500 per Kg hingga Rp7000 per Kg-nya. "Harga karet murah sudah berlangsung sejak Maret lalu," ujarnya.
Situasi ini bertambah sulit ketika harga bahan bakar minyak jenis Bensin melambung tinggi. Dimana, harga per liter di pengecer mencapai Rp 10 ribu. Begitu juga dengan harga bahan pokok lainnya. "Sangat tak imbang, saat harga kebutuhan naik, mata pencarian menurun," ujarnya.
Ia pun berharap pemerintah mengambil langkah strategis untuk meningkatkan harga karet. Sehingga, perekonomian masyarakat tidak terganggu. "Semoga, situasi ini cepat berlalu dan petani karet bisa sejahtera," tutupnya.(san)