RENGAT, GORIAU.COM - Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Indragiri Hulu dituding hanya menghabiskan anggaran APBD (uang rakyat) melalui sosialisasi ke perusahaan-perusahaan. Namun hasil sosialisasi sama sekali tidak ada selain pencairan anggaran.

Pemborosan uang rakyat Inhu itu diketahui setelah Pansus B DPRD Inhu melakukan kunjungan kerja (kunker) ke tiga Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang berada di Inhu. Saat itu kunjungan itu, terkuak kebobrokan kinerja Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Inhu yang selalu ke perusahaan, namun tidak menghasilkan apapun.

Berdasarkan pengakuan manajemen beberapa perusahaan kepada Pansus B DPRD Inhu, BLH setiap dua atau tiga bulan sekali rutin melakukan kunjungan ke perusahaan tersebut.

''Walau sudah melakukan kunjungan setiap saat, namun mereka tidak melakukan pengawasan, bahkan mereka gagal mendapatkan PAD dari pengelolaan limbah, nilainya nol persen,'' emikian disebutkan Ketua Pansus B DPRD Inhu, Arifuddin Ahalik, Rabu, (21/5/2014).

Itu artinya, sebut Arifuddin, kunjungan BLH ke perusahaan hanya menghabiskan anggaran atau APBD saja sebab, anggaran yang tersedia pada BLH hanya untuk sosialisi namun hasilnya nol. ''Bukan hanya dana sosialisasi, anggaran SPPD kecamatan yang mereka pergunakan juga terkesan mubazir, karena digunakan hanya untuk jalan-jalan,'' ketus politisi asal Pasir Penyu itu.

''Maka dari itu, dengan tegas kita minta Bupati Inhu, Yopi Arianto,SE untuk dapat melakukan evaluasi terhadap kepala BLH Inhu. Kita nilai Kepala BLH tidak bekerja optimal, tidak profesional dan proporsional,'' tegasnya.

Kunker Pansus B DPRD Inhu ke tiga perusahaan dilakukan Rabu (21/5/2014) siang tadi dan diikuti empat anggota Pansus B, yaitu Edi Supirman, Jafrizal, Hayati dan Ketua Pansus Arifuddin Ahalik. (jef)