
PEKANBARU – Aksi vandalisme kembali mencoreng wajah Kota Pekanbaru. Kali ini, coretan grafiti terlihat memenuhi dinding halte bus di depan Riau Creative Hub (RCH), Jalan Arifin Ahmad, yang belum lama selesai direnovasi.
Saat itu dinding bagian dalam halte dipenuhi coretan berwarna hijau, sementara bagian luar dicoret dengan gambar menyerupai bunga. Halte tersebut merupakan salah satu fasilitas publik yang baru diperbarui sebagai bagian dari upaya pemerintah mempercantik ruang kota.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru, Rois, menyayangkan aksi tersebut. Menurut dia, ekspresi seni seharusnya disalurkan di tempat yang tepat, bukan pada fasilitas umum yang dibangun dengan anggaran besar.
“Kalau kita bicara seni, tentu itu ekspresi yang baik. Tapi kalau dituangkan di fasilitas umum, apalagi yang dananya tidak sedikit, itu jadi tidak tepat dan sangat disayangkan,” ujar Rois saat ditemui di ruang Fraksi PKS DPRD Pekanbaru, Selasa (13/1/2026).
Rois menilai, pemerintah perlu mengambil langkah tegas sekaligus persuasif. Selain penindakan, ia menekankan pentingnya pembinaan terhadap pelaku vandalisme.
“Bukan hanya dicat ulang, itu tidak menyelesaikan masalah. Oknum pelakunya harus ditemukan, dibina, lalu disalurkan hobinya ke tempat yang sesuai. Pemerintah juga harus memberikan pemahaman bahwa tindakan seperti ini mengganggu keindahan dan kenyamanan kota,” kata dia.
Ia mendorong Dinas Perhubungan sebagai penanggung jawab fasilitas halte untuk berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) lain, seperti Satpol PP dan Dinas Sosial, dalam menangani persoalan tersebut.
Lebih jauh, Rois menilai Kota Pekanbaru seharusnya sudah memiliki wadah bagi masyarakat, khususnya anak muda, untuk menyalurkan minat seni lukis dan grafiti secara legal.
“Harusnya sudah ada ruang-ruang kreasi, mungkin melalui dinas kebudayaan atau pariwisata. Kalau memang belum optimal, ini harus ditumbuhkan. Bisa juga bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan di Pekanbaru,” ujarnya.
Aksi vandalisme tersebut menuai keluhan warga. Rani, salah seorang warga yang kerap melintas di kawasan RCH, mengaku kecewa dengan kondisi halte yang baru direnovasi namun sudah dicoret-coret.
“Padahal baru direnovasi, tapi sudah dicoret-coret saja oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Sebenarnya lebih bagus kalau dibiarkan polos,” katanya.
Tak hanya vandalisme, kondisi di sekitar halte juga dinilai memprihatinkan. Tepat di depan halte, terdapat jalan berlubang yang tergenang air, sehingga menambah kesan kurang terawat.
Fenomena vandalisme ini tidak hanya terjadi di halte depan RCH. Coretan serupa juga ditemukan di sejumlah halte lain serta beberapa titik flyover di Kota Pekanbaru, yang dinilai bertolak belakang dengan upaya pemerintah dalam menata dan memperbaiki wajah kota. ***