SIAK - Musibah kecelakaan lalu lintas yang merenggut nyawa seringkali menyisakan beban ganda bagi keluarga yang ditinggalkan, mulai dari duka mendalam hingga kekhawatiran tagihan rumah sakit. Merespons tragedi maut di Tol Pekanbaru-Dumai KM 46, pemerintah langsung mengambil langkah taktis untuk memastikan seluruh korban terlindungi.

Tim PT Jasa Raharja bergerak menyisir lokasi kejadian dan fasilitas kesehatan sesaat setelah insiden yang melibatkan Toyota Hiace dan Dump Truck tersebut dilaporkan pada Sabtu (6/6/2026) subuh.

Kepala Kantor Wilayah Jasa Raharja Riau, Muhammad Hidayat, SE memimpin langsung aksi tanggap darurat guna memastikan tidak ada keluarga korban yang kebingungan mengurus administrasi biaya medis maupun santunan duka.

Survei Cepat Terbitkan Jaminan

Prioritas pertama tim penjaminan adalah memastikan lima korban yang mengalami luka berat dan ringan mendapatkan penanganan medis terbaik tanpa harus memikirkan uang muka atau biaya perawatan di rumah sakit rujukan wilayah Pekanbaru.

Di bangsal perawatan, petugas langsung mendata identitas dan menerbitkan surat jaminan (guarantee letter). Langkah administratif ini memangkas birokrasi sehingga dokter dapat fokus menyelamatkan nyawa pasien.

"Kami menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas musibah ini. Begitu menerima informasi kejadian, tim Jasa Raharja langsung bergerak melakukan survei TKP, berkoordinasi dengan kepolisian dan pihak rumah sakit," tegas Muhammad Hidayat.

Percepatan Santunan Ahli Waris

Selain penanganan medis, Jasa Raharja juga memacu penyelesaian santunan bagi lima korban yang meninggal dunia. Kolaborasi bersama Satlantas Polres Siak dan manajemen PT Hutama Karya dilakukan di lokasi kejadian untuk mencocokkan data kepolisian dengan catatan kependudukan.

Hidayat menginstruksikan jajarannya, termasuk Kepala Bagian Operasional Andi Raharja dan petugas Samsat Kandis, untuk melakukan sistem jemput bola ke kediaman keluarga korban.

"Hal ini untuk memastikan proses pendataan korban berjalan cepat agar hak santunan korban maupun ahli waris bisa segera kami selesaikan," tambahnya.

Sinergi kuat antarlembaga ini menjadi bukti bahwa negara hadir memeluk warganya di saat-saat paling sulit, memberikan sedikit ruang bernapas bagi keluarga yang sedang berduka menghadapi kehilangan tiba-tiba. ***