BENGKALIS-Badan Pendapatan Dearah (Bapenda) Kabupaten Bengkalis melakukan ekspos terkait program-program yang telah ditetapkan RPJMD disesuaikan dengan program yang ada di Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) khususnya tahun 2020 dan 2021 di hadapan Penjabat (Pj) Bupati Bengkalis , H Syahrial Abdi, Kamis (22/10/2020).  

Pj. Bupati Bengkalis, Syahrial Abdi usai mendengarkan ekspos menegaskan, sama-sama diketahui bahwa pendapatan Kabupaten Bengkalis sangat bergantung dari dana perimbangan, khususnya sektor minyak dan gas. Ketika pendapatan dana perimbangan terus tergerus akibat ketidakcapaian produksi migas nasional, tentu harus ada upaya untuk mencari pendapatan lain.

“Kita lihat sektor PAD dan pendapatan lain-lain yang sah masih bisa ditingkakan. Untuk itu harus ada upaya yang kita lakukan agar Bengkalis tidak kelabakan akibat terus menurunnya dana perimbangan (bagi hasil migas-red)),” ujar Abdi.

Dipaparkan Abdi, RPJMD Kabupaten Bengkalis 2016-2021 merupakan patokan pembangunan untuk mencapai Rencana Pembangunan Jangka Panjang  (RPJP). Jika menengahnhya saja tidak bisa dicapai, bagaimana yang panjangnya nanti.

“Kami mengajak kawan–kawan (kepala OPD-red) berpikir strategis,  tidak hanya menyelesaikan permasalahan hari ini, tapi juga meyiapkan strategi bagaimana barang ini sampai (RPJMD-red),”  jelas Abdi

Ia juga mendorong kepala OPD untuk menggenjot pendapatan daerah karena tahun 2021 merupakan tahun terakhir RPJMD periode sekarang.  Kalau sudah baik, mari lebih sempurnakan lagi. Kalu belum baik, dirapikan agar semua upaya dan tindakan yang diambil tidak melenceng dengan peraturan dan ketentuan yang ada.  

Sementara Kepala Bapenda Kabupaten Bengkalis,  Supardi  dalam pemaparanya mengatakan bahwa tujuan kegiatan ini adalah untuk mendengarkan pengarahan dari Pj Bupati terkait kesesuaian antara program yang telah ditetapkan RPJMD  disesuaikan dengan program yang ada di Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) khususnya tahun 2020 dan 2021.

Untuk Bappenda, kata Supardi,  antara program yang di RPJMD dan ditetapkan di APBD 2020 sudah sesuai. Kemudian untuk tahun 2021 diharapkan program-program juga menyesuiakan dengan target yang telah ditetapkan di RPJMD.

Berkaitan dengan peningkatan pendapatan asli daerah, menurut  Supardi pihaknya terus berupaya meningkatkan penerimaan pajak daerah dengan terus menggali potensi yang ada sesuai dengan ketetapan yang tertuang dalam RPJMD, khususnya pada tahun 2021.

“Sesuai yang tertuang dalam RPJMD, tahun 2021 PAD ditargetkan sebesar 93 miliar. Bapenda akan mengupayakan target tersebut bisa tercapai dan seandainya tidak terealisasi tentu harus ada alasan yang jelas kenapa bisa demikian,” ujarnya

.

Berkaitan dengan restribusi, karena Bapenda selaku koordinator terhadap pengelolaan restribusi akan mengupayakan bagaimana restribusi di masing masing OPD bisa meningkat dengan melakukan sinergi dengan OPD-OPD yang mengelola restribusi tersebut.

Berkaitan dengan pengelolaan pendapatan, khususnya dana perimbangan, Bapenda akan melakukan pengelolaan semaksimal mungkin dan alhamdulillah untuk tahun 2021 nanti diestimasi terjadi peningkatan dibandingkan tahun ini.

“Dalam hal pengelolaan dana bagi hasil ini, kita juga terus melakukan koordinasi  kepada stekholder terkait apakah itu KKP Pramata, Kementerian dan Provinsi bahwa peningkatan dari DBH ini berjalan sesuai dengan waktu yang tentukan karena DBH ini sangat berpengaruh terhadap pembangunan di Kabupaten Bengkalis,” ujar Supardi.

Terakhir penyusunan pengelolaan keuangan, pihaknya akan bersinergi dengan Bappeda dan BPKAD karena antara pendapatan belanja dan pengelolaan keuangan adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan.

“Harpan kami kepada kawan-kawan di OPD tetap konsisten menggali potensi yang ada.  Dan kepada wajib pajak serta kepada instansi terkait diharapkan mendukung program yang hendak dicapai pemerintah,” tutupnya.***