
PEKANBARU - "Introspeksi diri dan kejadian, jangan sampai kelemahan di tahun 2015 terulang pada tahun 2016. Ayo revolusi mental kita, dan jangan sampai jadi polisi yang konyol dengan melakukan banyak pelanggaran. Intinya, polisi tidak akan jadi panutan masyarakat bila sering melakukan pelanggaran."
Demikian diungkapkan orang nomor satu di Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pekanbaru, Kombes Aries Syarief Hidayat, saat ditanya tentang apa yang paling penting untuk dipedomani bagi setiap polisi di tahun 2016 nanti. Ia menginginkan, agar revolusi mental bisa terwujud sehingga polisi benar-benar menjadi panutan masyarakat.
"Saatnya kita mengoreksi kekurangan, sehingga dapat kita perbaiki di tahun yang baru ini. Kalau seorang polisi dapat merubah diri ke arah kebaikan dan meminimalisir kekurangan, tentu membawa pengaruh bagi diri polisi itu sendiri. Kepercayaan diri akan meningkat sehingga tugas yang diemban bisa maksimal," sebut dia saat berbincang dengan GoRiau.com.
Jika polisi sudah memegang pedoman tersebut, maka sudah bisa dikatakan sebagai polisi yang pantas di contoh, baik oleh masyarakat maupun sesama aparat penegak hukum lainnya. "Jadilah polisi yang bisa menggugah dan mengajak masyarakat ke jalan kebaikan. Bagaimana mungkin polisi melarang ini itu, kalau dia sendiri tidak memberi contoh," ungkapnya.
Sejak mempimpin Polresta Pekanbaru pada akhir Mei 2015 lalu, Kombes Aries mengaku sudah berusaha keras untuk menciptakan imej, bahwa polisi tidak hanya berperan memberantas kriminalitas saja, melainkan juga jadi sosok yang diharapkan kehadirannya di tengah-tengah masyarakat. "Sehingga nanti kerjasama antara polisi dan masyarakat jadi lebih maksimal," katanya.
Sementara itu, berbicara mengenai pemberantasan aksi pelaku kriminal, mantan Kasatgas Sumbagsel Densus 88 ini tetap pada komitmennya, yakni menekan serendah-rendahnya angka kasus kejahatan, sehingga Kamtibmas di Pekanbaru bisa terwujud. "Kita akan tetap total dengan semua kekuatan yang dimiliki saat ini," tegas dia.
Total, dalam artian menjalankan semua fungsi dengan baik dan tepat sasaran, diantaranya fungsi pencegahan, fungsi penindakan, penetrasi, fungsi penggalangan dan sebagainya. "Bila perlu kita perlombakan agar semangat polisi terpacu, kawasan mana yang punya kinerja lemah, bila perlu kita pasang bendera tengkorak di sana," tukasnya sambil tersenyum. ***