
BENGKALIS, GORIAU.COM - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten menggelar education sharing programme yang diikuti guru sekolah dasar se-Kabupaten Bengkalis. Pelatihan dibuka Kepala Dinas Pendidikan, H Herman Sani, Senin (9/9/2013) sore.
Kadisdik berharap kepada guru-guru yang mengikuti pelatihan ini agar dapat memanfaatkan kesempatan baik ini untuk menimba ilmu dari narasumber yang sangat berpengalaman dan berkompeten di bidang pendidikan.
''Ini kesempatan langka, mari manfaatkan sebaik-baiknya apa yang telah disampaikan Bapak Munif Chatib dan Ibu Weilin Han ini. Tidak mudah untuk mendatangkan mereka ini,” pinta Herman Sani.
Menurut Herman, Education Sharing Programme ini merupakan program pendidikan yang banyak diterapkan di lembaga-lembaga saat ini. Intinya, bagaimana guru-guru bisa mengajar dengan hati (educatin with heat) dan punya tanggung jawab moral bagaimana mendidik anak-anak menjadi generasi muda bangsa yang kreatif dan mandiri. Jangan hanya mengejar materi semata.
Herman juga mengajak para guru yang ada di Bengkalis untuk mencontoh anak-anak Indonesia mengajar yang rela meninggalkan kota-kota besar dan orangtua mereka, demi mengajar anak-anak bangsa di daerah terpencil.
Herman juga menyentil peran guru saat ini banyak sudah bergeser, tidak lagi menjadi panutan, tapi cenderung hanya menyelesaikan kurikulum. Apakah anak didiknya sudah berhasil atau tidak, jarang memikirkan ke sana.
''Sentuhan anak-anak Indonesia mengajar ini telah mampu mengangkat potensi-potensi anak-anak kita di daerah terpencil sehingga bisa bersaing dengan anak-anak di kota. Mereka tidak hanya mentransfer ilmu, tapi mengangkat potensi anak-anak didik agar memiliki kepercayaan diri untuk bersaingan dengan anak-anak kota yang lebih maju. Ini yang perlu kita tanamkan kepada anak-anak kita,'' pinta Herman.
Menurut Ketua Panitia Penyelenggara, Jumiharto, pelatihan ini diikuti 100 orang guru SD dari empat kecamatan, yakni Bengkalis, Bantan, Rupat dan Rupat Utara atau tepatnya kecamatan yang mendapat program Indonesia Muda Mengajar.(jfk)