
"Sudah tidak zamannya lagi pejabat itu dilayani oleh masyarakat. Tapi, pejabat harus memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat."
Itulah kutipan pidato yang disampaikan Plt Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, Suhardiman Amby saat pelantikan Dedy Sambudi sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kuansing pada Senin (24/1/2022) malam.
Acara pelantikan yang digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Kuansing dihadiri banyak orang. Tidak hanya tokoh masyarakat Kuansing, tapi juga pejabat teras dari Kabupaten Kampar menyaksikan peristiwa sakral ini. Wajar, sebab Dedy Sambudi merupakan ASN Kampar yang kini menjadi Sekda Kuansing.
Pendopo Rumah Dinas Bupati Kuansing tidak bisa menampung tamu yang membludak. Karena itu, sebagian tamu undangan duduk di tenda yang terpasang di kanan gedung.
Semua yang hadir mendengarkan pidato Plt Bupati Kuansing usai mengambil sumpah Dedy Sambudi. Salah satu poin yang disampaikannya berkaitan dengan gaya kepemimpinan masa kini. Yakni, memberikan pelayanan secara maksimal ke masyarakat, bukan minta dilayani.
Kata-kata itu sepertinya hanya pelengkap closing ceremony, agar terdengar syahdu di telinga masyarakat.
***
Beberapa jam usai pelantikan, tepatnya pada Selasa (25/1/2022) pagi, ratusan orang kembali memenuhi Pendopo Rumah Dinas Bupati Kuansing. Saking ramainya, gedung itu tidak mampu menampung semuanya. Sebagian besar duduk di tenda yang sudah berdiri sejak kemaren, tenda yang digunakan untuk tamu pelantikan Sekda Kuansing.
Mereka adalah para guru, mulai dari kepala TK, SD, SMP, pengawas sekolah hingga korwil. Tidak hanya sekolah negeri, tapi juga sekolah swasta. Inilah kegiatan temu ramah Plt Bupati Kuansing, Suhardiman Amby dengan para guru-guru di Kuansing.
Di meja VIP, duduk Plt Bupati Kuansing, Sekda Kuansing, Kajari Kuansing, Kapolres Kuansing yang diwakili Kasat Intel, Ketua PGRI Kuansing dan pejabat teras lainnya termasuk Masrul Hakim. Di atas meja dipenuhi dengan buah dan snack.
Menurut Masrul Hakim, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kuansing, kegiatan ini dihadiri oleh 820 orang. Kemudian, tamu undangan ada Kajari Kuansing, Hadiman, Kapolres Kuansing yang diwakili Kasat Intel, Ketua PGRI Kuansing, Familus dan beberapa kepala OPD di Kuansing. Kemudian, hadir juga Sekda Kuansing, Dedy Sambudi.
"Capaian vaksinasi guru-guru kita sudah 90 persen, maka bisa kita lakukan kegiatan yang dihadiri banyak orang," ujar Masrul saat dikonfirmasi GoRiau.com usai kegiatan.
Dikatakan Masrul, kegiatan tersebut merupakan silaturahmi Plt Bupati Kuansing dengan seluruh kepala sekolah, mulai TK hingga SMP. Hal ini dilakukan guna membicarakan keinginan Plt Bupati Kuansing ke depan.
"Bupati ingin menyampaikan target ke depan, terutama mengenai mutu pendidikan. Sekolah diharapkan punya keunggulan masing-masing. Misal sekolah A, B dan C punya keunggulan di bidang agama. Sehingga bisa menjawab kebutuhan masyarakat dan sekolah negeri bisa bersaing dengan sekolah swasta," terang Masrul.
Dalam kesempatan ini juga, Suhardiman Amby meminta kepala sekolah fokus dalam bekerja dengan baik. Pemkab Kuansing akan melakukan evaluasi dan penilaian kinerja para kepala sekolah.
Momen ini juga dimanfaatkan Suhardiman Amby untuk memperkenalkan Dedy Sambudi yang baru saja dilantik sebagai Sekda Kuansing.

Beberapa minggu sebelumnya, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kuansing menggelar rapat bersama korwil, forum kepala sekolah dan IGTK se-Kuansing. Disdikpora Kuansing menginisiasi adanya pertemuan antara Plt Bupati Kuansing dan para guru. Rencana awal, kegiatan temu ramah akan dilaksanakan pada Jumat, 21 Januari 2022.
Pada rapat di SMPN 6 Telukkuantan yang dipimpin Masrul Hakim, sudah ada kepanitiaan yang di-handle Bidang PAUD. Kemudian, panitia sudah merincikan kebutuhan untuk kegiatan temu ramah. Mulai dari konsumsi untuk pejabat VIP hingga sewa tenda.
Dari data yang diterima GoRiau.com, dana ini digunakan untuk konsumsi, perlengkapan, sewa tenda, kursi dan lain-lain.
Karena Disdikpora Kuansing tidak punya anggaran untuk kegiatan ini, maka dibebankan ke guru mengatasnamakan lembaga. TK dikenakan biaya Rp25 ribu, SD Rp40 ribu dan SMP Rp50 ribu.
Jumlah lembaga PAUD di Kuansing lebih dari 400 unit. Sedangkan untuk SD ada 283 lembaga. Sementara, SMP ada 111 lembaga. Jika ditotal, dana yang terkumpul berkisar Rp25 juta, cukup untuk membeli buah-buahan dan snack.
Menurut sumber GoRiau.com, biaya yang dibebankan ke guru tersebut tidak bisa ditawar-tawar lagi.
"Teknisnya, korwil bertugas memungut ke guru. Kemudian mengantarkan langsung ke panitia. Tidak boleh ditransfer," ujar sumber GoRiau.com yang tak ingin disebutkan namanya.
Sebelum hari H, para korwil dan Ketua IGTK sibuk memungut dana dari para guru. Penagihan lebih gencar dilakukan melalui WAG para guru.
Mengenai kegiatan ini, Masrul Hakim menyatakan Disdikpora memang tidak memilki anggaran. Karena itu, tidak ada makan siang pada acara tersebut.
Ketika ditanya mengenai pungutan Rp25 ribu sampai Rp50 ribu, Masrul mengaku tidak tahu.
"Tidak ada dipungut biaya. Mungkin itu untuk anggaran masing-masing, anggaran makan siang mereka masing-masing," ujar Masrul.
Kepada Masrul, GoRiau.com menyampaikan bahwa korwil dan IGTK memungut dana dari guru yang kemudian diserahkan ke panitia. Dana tersebut digunakan untuk mendanai kegiatan temu ramah.
"Itu tanpa sepengetahuan saya. Nanti saya konfirmasi dulu ke panitianya yakni Bidang PAUD, untuk apa uangnya. Kalau kita memang tidak ada anggaran," ujar Masrul.
Lantas, bagaimana membiayai kegiatan tersebut?
"Biaya ini nanti kita bicarakan dengan bagian umum," jawab Masrul.
Gaji Guru PAUD Kuansing Hanya untuk Sekali Ngopi Sekda
Sebagian besar peserta yang hadir pada kegiatan temu ramah Plt Bupati Kuansing dengan guru adalah guru PAUD. Sembari menikmati snack yang diberikan panitia, salah seorang perwakilan guru PAUD menyampaikan aspirasi.
Mereka berharap, Pemkab Kuansing memperhatikan kesejahteraan para guru PAUD yang berstatus honorer. Pekerjaan mulia mereka hanya dihargai dengan gaji sebesar Rp325 ribu per bulan.
Mendengar permohonan guru PAUD, Suhardiman Amby meminta Dedy Sambudi untuk mengkaji peningkatan kesejahteraan para guru. Kesempatan ini digunakan Dedy Sambudi dengan sebaik-baiknya, mulai memperkenalkan diri hingga janji tingkatkan kesejahteraan guru.
"Apa yang menjadi keinginan bapak dan ibu, honor guru PAUD Rp325 ribu ya Pak. Kalau saya duduk di warung Rp350 ribu, Pak Kajari. Iya Pak Bupati, ya. Duduk saya ke bandara, habis sampai Rp450 ribu, ndak cukup. Berarti bapak ibu guru PAUD ni tak bisa duduk di bandara," ujar Dedy sambil berseloroh yang disambut sorak para guru.
Dikatakan Dedy, Plt Bupati Kuansing berkeinginan untuk menaikkan gaji guru PAUD. Karena itu, dirinya akan mempelajari regulasi dan aturan mainnya.
"Insya Allah saya akan pelajari dan saya yakin, tahun depan akan naik. Insya Allah," kata Dedy. Sorak sorai kembali menggema. Ada juga yang bertanya berapa kenaikannya.
"Tapi jangan ditanya berapa kenaikannya dulu. Karena ini dipelajari dulu, dibikin perbup-nya. Tadi Pak Bupati perintahkan, bagaimana dengan dana desa bisa gak digeser. Semua itu ada aturan kata Pak Kajari, jangan sampai salah langkah. Kita gak mau kawan guru-guru kita berurusan dengan APH, ndak lolok malam do," terang Dedy.
Agar tidak terjadi persoalan hukum, Dedy meminta waktu dalam mempelajari regulasi untuk peningkatan kesejahteraan guru.
"Tak usah kita terburu-buru, tergesa-gesa, tapi niat baik Pak Bupati akan kami terjemahkan sebaik-baiknya," kata Dedy sembari minta didoakan kesehatan sehingga bisa bekerja membangun Kuansing.***