PEKANBARU - DPRD Kota Pekanbaru meminta Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru untuk menstabilkan harga bahan pokok yang beberapa bulan ini mengalami kenaikan.

Yang paling bergejolak tentu masih minyak goreng, karena tingginya harga minyak goreng pemerintah harus melakukan subsidi satu harga minyak goreng yakni Rp 14.000 per liternya.

Harga cabai merah Bukittinggi kembali melonjak naik di Pekanbaru hari ini. Harga cabai ini juga diikuti dengan kenaikan bawang merah dan bawang putih. 

Cabai merah Bukittinggi sebelumnya Rp27.500 per kg naik jadi Rp35.000. Bawang merah sebelumnya Rp28.000 per kg naik jadi Rp30.000. Bawang putih sebelumnya Rp27.000 per kg naik jadi Rp28.000.

"Pemko harus turun ke lapangan melakukan pengawasan yang berkelanjutan, dan mencari tau apa yang menjadi penyebab mahalnya harga sembako di Pekanbaru, dan melakukan pengendalian harga tidak memberatkan masyarakat," ucap Fathullah, Jumat (28/1/2022).

Menurut politisi Gerindra ini ada banyak faktor yang mempengaruhi dinamika di pasar, antara lain ketersediaan bahan baku, biaya produksi, faktor gangguan distribusi, soal efektivitas manajemen stok, gangguan alam hingga perilaku menyimpang seperti penimbunan.

Dari itu Disperindag Kota Pekanbaru harus segera menekan lajunya harga sembako diapasaran, mengingat bulan suci Ramadhan lebih kurang hanya tinggal dua bulan lagi.

Dan biasanya menurut Fatullah, momen hari-hari besar kerap membuat harga sembako meningkat.

"Pemerintah harus lakukan kontrol dilapangan, bahkan jika kami para komisi II diikutsertakan lakukan pangawasan dilapangan kami siap, karena kami tidak mau kondisi kenaikan harga sembako ini berlarut-larut," jelasnya. ***