PADANG – Gunung Marapi di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya dengan erupsi pada Sabtu (3/1/2025) pagi. Kolom abu vulkanik teramati mencapai ketinggian 1 kilometer dari puncak gunung.

"Erupsi terjadi pada pukul 09.43 WIB. Kolom abu terlihat berwarna kelabu pekat dengan intensitas tebal dan condong ke arah utara dan timur laut," ungkap Teguh, Petugas Pengamatan Gunung Marapi, dalam keterangannya di Padang.

Berdasarkan data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), aktivitas ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30,3 milimeter dan berlangsung selama satu menit 40 detik. Saat ini, status Gunung Marapi tetap berada di Level II (Waspada).

PVMBG telah mengeluarkan rekomendasi kepada masyarakat untuk tidak memasuki radius 3 kilometer dari Kawah Verbeek, pusat erupsi Gunung Marapi. Selain itu, warga di sekitar aliran sungai yang berhulu di puncak gunung diminta mewaspadai ancaman banjir lahar, terutama di tengah musim hujan.

“Kami terus memantau aktivitas vulkanik Gunung Marapi dan mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi bahaya lanjutan,” ujar Teguh.

Warga Cemas, Sebagian Mengungsi

Firdaus, Wali Nagari Bukik Batabuah, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam, menyebutkan bahwa suara dentuman erupsi sempat memicu kepanikan di kalangan warga setempat. Beberapa di antaranya memilih mengungsi sementara ke lokasi yang lebih aman.

"Dentuman erupsinya cukup keras, sehingga ada warga yang langsung mengevakuasi diri. Kami terus berkoordinasi untuk memastikan keselamatan mereka," kata Firdaus.

Sejak erupsi besar yang terjadi pada Desember 2023, dampak negatif terus dirasakan oleh warga sekitar. Abu vulkanik telah merusak lahan pertanian, membuatnya tidak produktif. Selain itu, paparan abu juga meningkatkan risiko gangguan pernapasan, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

"Data sementara menunjukkan ada sekitar 500 kepala keluarga yang terdampak. Selain itu, lahan pertanian warga tidak bisa diolah akibat tertutup abu vulkanik,” tambah Firdaus.

Erupsi Gunung Marapi telah memengaruhi aktivitas harian warga dan menyebabkan kerugian ekonomi. Produktivitas pertanian menurun drastis, sementara warga harus menghadapi ancaman kesehatan yang terus meningkat.

PVMBG dan pemerintah daerah saat ini terus berupaya memantau perkembangan aktivitas gunung api serta memberikan bantuan dan dukungan kepada masyarakat terdampak untuk meringankan beban mereka. (ant)