PEKANBARU - Masyarakat Provinsi Riau dihebohkan dengan unggahan video adu mulut antara Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Pekanbaru dengan salah satu oknum anggota Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Riau, Jumat (23/8/2019) dinihari di PUB dan KTv Grand Dragon Jalan Kuantan, Pekanbaru.

Dalam video yang berdurasi 3 menit 51 detik itu terlihat seseorang berbaju biru bertengkar atau adu mulut dengan Kasatpol PP Pekanbaru Agus Pramono. Pria yang mengenakan kacamata dan kaos biru itu diketahui berpangkat Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol).

Atas kejadian tersebut, Gubernur Riau (Gubri) Drs H Syamsuar MSi menyesalkan tindakan tersebut. Dikatakannya, dalam perjalanan bertugas, gesekan atau salah paham bisa saja terjadi.

"Ya, kita sesalkan juga hal itu bisa terjadi. Saya belum mendapatkan laporan dari Kasatpol PP Kota Pekanbaru dari insiden tersebut. Apalagi kita sama-sama aparat pemerintah," kata Syamsuar saat ditanyai GoRiau.com terkait insiden tersebut.

Dalam berita sebelumnya, Kabid Pemberantasan BNNP Riau Kombes Pol Iwan Eka Putra mengaku ada salah paham, antara dirinya dengan Kasatpol PP Pekanbaru. Iwan juga mengakui saat insiden itu dirinya sedang melaksanakan tugas penyamaran.

"Ya saat itu terjadi miskomunikasi. Jadi saat itu sama-sama sedang melakukan tugas dinas. Saya memang sedang melakukan tugas yang sifatnya itu undercover (rahasia) dan ternyata kemarin itu Satpol PP sedang ada giat juga di sana," ujar Iwan kepada GoRiau.com, Jumat pagi.

Berdasarkan konfirmasi dari Agus Pramono kepada GoRiau com, perdebatan itu bermula saat Kombes Iwan datang dari arah lift dan mulai bertanya-tanya saat ia sedang berkoordinasi dengan pengelola Grand Dragon terkait surat izin di lobi.

"Dia bertanya ada apa ini, ada apa penertiban-penertiban, nggak perlu penertiban ini, terus dia tanya kau siapa, dan dia tanya kapasitas saya merazia tempat ini. Nah dari perdebatan seperti ini, dia juga bilang mau menembak saya dan ngomong kotor ke saya," ujar Agus.

Agus mengakui bahwa saat kejadian dirinya tidak mengenali oknum BNN tersebut dan apa yang sedang dilakukannya dilokasi saat razia berlangsung. Namun, diketahui berdasarkan konfirmasi oknum tersebut di media-media, bahwa oknum BNN itu sedang menjalankan tugas dinas yang sifatnya rahasia.

"Malam itu saya memang tidak kenal dia, akhirnya saya tanya-tanya dan baca di media, dia orang BNN dan katanya sedang undercover (tugas rahasia, red) di situ. Tapi kalau dia memang undercover ya harusnya lewat saja seperti pengunjung lain," paparnya.

"Ini dia malah menunjukkan arogansinya, menghalangi saya melakukan tugas, mengatakan tidak ada gunanya melakukan penertiban bahkan sampai bicara kasar pada saya. Coba dia diam saja pasti lewat, toh kita juga tidak akan membawa pengunjung karena sudah pada pulang," tuturnya.

Lebih lanjut, Agus mengatakan jika seseorang sedang undercover seharusnya tidak melakukan tindakan arogan seperti saat itu.

"Nggak usahlah dia mengatakan itu (undercover, red) saya juga orang Intel, ada ijazah Intel saya, saya juga sering melakukan kegiatan undercover itu. Sok-sokan dia mengatakan itu," pungkasnya.

Adapun razia dan penertiban yang dilakukan Satpol PP Pekanbaru sejak Kamis malam itu mengamankan 16 orang di tempat berbeda. Dengan rincian 14 wanita dan dua pria.

Selain Grand Dragon, Satpol PP sebelumnya menyisir gelanggang permainan (Gelper) di Jalan Riau untuk memastikan jam operasional Gelper sesuai dengan Perda, yaitu tutup pukul 22.00 Wib.

Usai merazia Gelper Satpol PP bergerak ke SCH di Jalan Siak II serta warung remang-remang di SM Amin. Berhasil menahan beberapa orang, mereka bergerak ke Jondul dan Grand Dragon, serta Paragon. ***