PEKANBARU – Pemerintah tidak lagi bisa hanya menjadi penonton saat buruh dihadapkan pada ketidakpastian dan minimnya perlindungan. Dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di PTPN IV Regional III, Pekanbaru, Kamis (1/5/2025), Gubernur Riau, Abdul Wahid, menegaskan bahwa negara wajib hadir menjamin hak-hak buruh.

"Hari ini kita tidak lagi bicara konflik, tapi kolaborasi. Pemerintah hadir untuk melindungi buruh," ujarnya di hadapan ratusan pekerja dan elemen serikat buruh yang hadir dalam acara tersebut.

Ia menyinggung sejarah panjang gerakan buruh dunia yang seringkali dipicu oleh ketimpangan dan ketidakhadiran negara dalam menjamin keadilan sosial. Revolusi industri di Eropa dan demonstrasi buruh di Chicago disebutnya sebagai refleksi kegagalan negara dalam mengawal hak-hak pekerja.

"Kalau negara tidak hadir, ketimpangan akan memuncak, dan itu berujung pada perlawanan," jelasnya.

Wahid menyebutkan bahwa Pemerintah Provinsi Riau telah menganggarkan dana khusus untuk perlindungan pekerja sektor informal melalui BPJS Ketenagakerjaan. Kebijakan ini menyasar buruh harian, tenaga lepas, dan pekerja informal yang selama ini tidak tersentuh jaminan sosial.

"Mereka yang bekerja tanpa kontrak tertulis, tanpa seragam, dan tanpa kepastian, kini mendapat perlindungan dari negara," katanya.

Langkah tersebut, lanjut Wahid, bukan sekadar program sosial, melainkan bentuk keberpihakan pada kelompok yang selama ini menjadi korban ketidakadilan struktural.

"Ini bentuk dari keseriusan kita agar tidak ada kesenjangan antara borjuis dan proletar. Kesejahteraan buruh adalah bagian dari misi pembangunan daerah yang inklusif," urainya.

Ia juga mendorong perubahan paradigma terhadap buruh, menolak pandangan lama yang menjadikan buruh hanya sebagai alat produksi.

"Mereka bukan objek, tapi subjek. Buruh adalah aktor utama dalam roda industri. Karena itu mereka berhak mendapat perlakuan yang adil," tegas Wahid.

Gubernur turut mengapresiasi perusahaan yang memberi ruang partisipasi bagi buruh dalam kepemilikan saham dan pengambilan keputusan. Menurutnya, penghargaan semacam itu akan berdampak positif pada produktivitas.

"Tenaga kerja yang dihargai akan memberi kontribusi maksimal," tambahnya.

Usai memberikan sambutan, Wahid kembali menegaskan bahwa kesejahteraan buruh adalah fondasi dari kesejahteraan bersama.

"Tanpa buruh, tak ada kesejahteraan. Karena itu, kesejahteraan ini juga harus ikut serta bersama buruh," ujarnya kepada awak media.

Peringatan May Day 2025 di Pekanbaru berlangsung damai dan partisipatif. Selain pidato dari Gubernur, perwakilan serikat pekerja turut menyampaikan kritik dan saran untuk memperbaiki kondisi ketenagakerjaan di Riau. ***