PEKANBARU - Ketua Komisi III DPRD Riau, Husaimi Hamidi berharap semua dinas maupun Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) bisa memberdayakan Bank Riau Kepri (BRK) dalam menyimpan uang.

Hal tersebut disampaikan Politisi PPP ini usai menemukan fakta bahwa ada BUMD dan RS milik pemerintah yang mendepositokan uangnya ke bank lain, bahkan ada yang ke BUMD daerah lain.

"Ada yang kita temukan, kemarin di PT Permodalan Ekonomi Rakyat (PER), terus di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) juga kita temukan, di RSJ itu ada Rp 23 M yang didepositokan," ujar Husaimi, Kamis (1/7/2021).

Diungkapkan Legislator Dapil Rokan Hilir ini, secara regulasi memang diperbolehkan mendepositokan uangnya ke bank lain, namun harus mendapatkan izin dari Gubernur Riau.

Namun dalam pemanggilan terhadap Bank Riau Kepri (BRK) Husaimi sudah mempertanyakan alasan BUMD tidak mendepositokan uangnya, dan berkat komunikasi yang difasilitasi DPRD Riau, BUMD sepakat untuk mendepositokan uangnya hanya di BRK.

"BUMD ini siap mendepositokan uangnya ke BRK dengan suku bunga yang sama, jadi ini karena kurangnya komunikasi saja. Sangat disayangkan sesama BUMD tak ada komunikasi," tuturnya.

Lebih jauh, Husaimi menambahkan, jika RSJ Tampan membisniskan uang dengan mendepositokan uangnya, DPRD Riau bisa saja mengurangi anggaran atau malah meniadakan APBD untuk operasional RSJ.

"Kenapa kita anggarkan lagi? Kan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) itu sifatnya mandiri. Kalau ada alat rusak, ngapa harus pakai APBD? Pakai dana itu saja," tutupnya. ***