PEKANBARU, GORIAU.COM - Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau berharap Partai Golongan Karya (Golkar) mendengarkan pendapat tokoh adat mengenai kriteria Wakil Gubernur Riau yang akan menggantikan Arsyadjuliandi Rachman. Pasalnya, ketika terjadi sebuah kasus hukum menimpa kepala daerah, tidak hanya Golkar yang kena dampaknya melainkan seluruh elemen masyarakat terutama LAM Riau.

"Kita berharap, Golkar sebagai Parpol pengusung mampu mendengarkan suara dari tokoh-tokoh Riau," ujar Ketua Umum DPH LAM Riau, Al Azhar kepada GoRiau.com beberapa hari lalu.

Dikatakan Al Azhar, selama ini sistem perekrutan kepala daerah yang dilakukan Parpol tidak memberi ruang lembaga adat untuk memasukkan nilai-nilai adat. "Kita sama-sama tahu, bagaimana sistem perekrutan pemimpin di negeri ini. Semua unsur politis dan tidak ada unsur nilai adat," katanya.

Bagi LAM Riau, lanjut Al Azhar, calon Wakil Gubernur Riau yang utama harus memiliki akhlak yang baik, tidak tercela. Ketika sudah memiliki akhlak yang baik, secara otomatis ia berpegang teguh pada nilai-nilai agama. "Di dalam nilai-nilai agama tersebut terkandung nilai-nilai adat," katanya.

"Intinya, kita berharap pemimpin Riau ke depan berpegang teguh pada nilai-nilai agama dan nilai-nilai adat istiadat di bumi melayu ini," tegas Al Azhar.

Sejak Gubernur Riau Annas Maamun di-non aktifkan oleh Mendagri karena tersandung kasus suap, sejumlah nama mulai bermunculan untuk menggantikan Andi Rachman. Sebab, Andi Rachman yang saat ini sebagai Wakil Gubernur Riau akan segera menggantikan posisi Annas Maamun. Baik dari kalangan birokrat maupun dari kalangan politisi.

"Kita tidak terlalu mengdikotomi sampai kesana, baik dia politisi maupun birokrat, kita tidak sampai kesana. Cuma, kita hanya berharap mereka punya akhlak yang baik," jawab Al Azhar ketika ditanya apakah LAM Riau menginginkan dari politisi atau birokrat menjadi Wakil Gubernur Riau.(san)