SELATPANJANG, GORIAU.COM - Upaya yang dilakukan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) dalam memerangi sampah-sampah di laut belum memberikan hasil maksimal. Pasalnya, kecepatan peningkatan sampah di laut Meranti kalahkan upaya dinas tersebut.
Hal itu disampaikan Randolph Willy Hutauruk, Kabid Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau -Pulau Kecil DKP Meranti, ketika berbincang-bincang dengan Wakil Bupati Kepulauan Meranti Drs Masrul Kasmy MSi, dan sejumlah perwakilan instansi lain usai menggelar operasi kebersihan pantai beberapa waktu lalu.
"Upaya yang kita lakukan jika dibandingkan dengan kecepatan peningkatan sampah, itu sangat sebanding," kata Randolp.
Akibatnya diakui Randolp pula, kondisi laut di Kepulauan Meranti tetap saja bersampah. Padahal, tambah lelaki berkaca mata itu, akibat dari banyaknya sampah yang menumpuk di dasar laut, menyebabkan berkurangnya populasi ikan.
"Memang sampah-sampah menjadi salah satu faktor yang menyebabkan berkurangnya produksi ikan. Berdasarkan kajian, ikan tidak akan bertelur jika di dasar laut itu banyak sampahnya," ujar Randolp pula.
Kondisi laut dan upaya DKP Meranti dimaklumi Masrul Kasmy. Menurutnya kegiatan seperti bersih pantai yang dilakukan DKP tidak akan memberikan dampak positif yang maksimal. Sebab, dalam satu tahun ada 365 hari, sementara yang dilakukan DKP hanya 1 hari. Ia pun menyebutkan bahwa kegiatan bersih pantai oleh DKP hanya sebagai perangsang animo masyarakat.
Kedepannya, Masrul Kasmy menyarankan agar DKP Meranti membentuk petugas kebersihan pantai.
Kepala DKP Meranti, Askandar, merespon baik saran Masrul. Menurutnya, itu suatu yang positif untuk membentuk petugas kebersihan pantai.
"Saya rasa itu positif, bagus memang kalau ada petugas yang menjaga kebersihan pantai, disamping kita mengimbau kepada pengguna laut agar tidak membuang sampah sembarangan," ujar Askandar.
(zal)