
SIAK SRI INDRAPURA, GORIAU.COM - Keputusan calon incumbent Syamsuar-Alfedri untuk kembali berpasangan di Pilkada Siak, membuat lawan politik berpikir keras untuk mencari figur untuk menyaingi popularitas Bupati dan Wakil Bupati Siak ini.
Sejumlah partai politik seperti Gerindra, PDI-Perjuangan dan PAN berupaya menjalin komunikasi politik untuk mengusung calon yang bisa menyangi Syamsuar-Alfedri. Figur yang muncul itu adalah Hafrita Dara, yang merupakan istri mantan Bupati Siak, Arwin AS.
"Setelah melakukan komunikasi politik, muncul figur perempuan yang dinilai mampu menyaingi popularitas calon imcunbent, dia adalah istri Pak Arwin, Hafrita Dara," kata Ketua Tim Penjaringan Balon PDI-Perjuangan Siak, Pangihutan Tambunan, usai berdiskusi dengan Sekretaris KPPD DPD PAN Ibrahim dan Sekretaris Tim Tujuh Gerindra, Ali Masruri kepada GoRiau.com, Selasa (14/4/15).
Hal sama juga disampaikan Ibrahim selaku kader PAN senior, yang berharap pelaksanaan Pilkada di Siak akan berlangsung sengit, jika figur istri mantan bupati Siak ini bisa ikut maju.
"PAN sendiri merupakan parpol yang sejauh ini belum menetapkan siapa yang bakal diusung. Baik itu kader sendiri atau dari luar PAN. Proses penjaringan yang akan menentukan dukungan PAN nantinya. Tidak tertutup kemungkinan, PAN mengusung istri Pak Arwin," kata Ibrahim.
Sekretaris Tim Tujuh Gerindra, Ali Masruri juga mendukung wacana figur istri mantan bupati Siak bisa bertarung di Pilkada. Kendati Gerindra sudah menetapkan Sutarno, namun bukan berarti menjadi harga mati untuk posisi calon bupati atau wabup, karena soal dukung mendukung, tentu mengacu pada bakal calon yang akan diusung.
"Kader yang diusung Gerindra cukup lumayan elektabilitasnya, namun siapa figur yang nantinya mendampingi, harus bisa menambah popularitas pasangan ini di masyarakat," ujar Ali.
"Ada beberapa nama yang akan mendampingi Pak Sutarno di Pilkada Siak. Namun wacana untuk mengusung istri Pak Arwin ini tentu menjadi bahan bagi Gerindra agar nantinya bisa berpasangan dengan Pak Sutarno. Terkait masalah posisi, apakah nanti calon bupati atau wakil bupati, biarlah nantinya menjadi keputusan partai," tandasnya.(nal)