
BENGKALIS, GORIAU.COM - Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Bengkalis, H. Huzaini membuka kegiatan pelatihan penyelenggaraan jenazah se-Kabupaten Bengkalis di Gedung Daerah, Senin (26/5/2014). Kegiatan ini ditaja Bagian Kesejahteraan (Kesra) Setda Kabupaten Bengkalis dan dipusatkan di Wisma Kito terbagi dalam 2 rayon.
Rayon I dimulai 25-27 Mei pesertanya dari Kecamatan Bengkalis, Bantan, Bukitbatu dan Siak Kecil. Sedangkan Rayon II dimulai dari 28-30 Mei dengan peserta dari Kecamatan Mandau, Pinggir, Rupat dan Rupat Utara. Total peserta 2 rayon ini 40 orang. Sebagai narasumber adalah Prof. Dr. H. Syamsul Nizar, MA dosen UIN Suska Pekanbaru, H. A. Rahman D, Amrizal dan Robi'ah dosen STAI Al Kautsar Bengkalis. Materi yang disampaikan tata cara memandikan dan mengkafani serta menyolatkan jenazah serta hukum dan tata cara penyelenggaraan jenazah.
Asisten II dalam pengarahannya mengatakan bahwa penyelenggaraan jenazah hukumnya wajib bagi orang yang hidup dan mampu melaksanakannya. Penyelenggaraan ini dimulai dari memandikan, mengapani, menyolatkan hingga menguburkan. Penyelenggaraannya harusdilaksanakan oleh orang-orang yang betul-betul faham.
''Masalah tata cara penyelenggraan jenazah ini, memang agak sulit ditemui di tengah-tengah masyarakat terutama bagi generasi muda, mereka banyak yang tidak mau tahu tentang ilmu-ilmu agama karena mungkin disebakan imbas dari pengaruh era globalisasi. Pelaksanaan fardu kifayah sangatlah penting, sebab merupakan suatu pengetahuannyang sangat dibutuhkan masyarakat dalam mengurus jenazah,'' ujar Asisten II.
Saat ini hanya beberapa kalangan generasi muda saja yang peduli terhadap bidang keumatan, terutama penyelenggaraan jenazah. Padahal, penyelenggaraan jenazah itu tidak akan habis-habisnya dan tugas keumatan.
''Bertitik tolak dari persoalan seperti yang saya ungkapkan di atas, maka Pemerintah Kabupaten Bengkalis secara konsisten melaksanakan pelatihan penyelenggaraan jenazah. Kegiatan pelatihan ini bertujuan untukmenambah serta mengembangkan wawasan tentang penyelenggaraan jenazah yang harus kita munculkan ditengah-tengah masyarakat secaraberkesinambungan,'' tutup Asisten II. (jfk)