PEKANBARU – Kepedulian Pemerintah Provinsi Riau terhadap korban bencana kembali diwujudkan melalui aksi nyata dengan mengirimkan personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Riau ke Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. Keberangkatan ini merupakan misi kemanusiaan gelombang keempat yang difokuskan pada pemulihan infrastruktur pendidikan pasca banjir.

Sejumlah sekolah di Aceh Tamiang dilaporkan belum bisa beraktivitas normal karena kerusakan dan endapan lumpur yang menutup ruang belajar. Menanggapi kondisi tersebut, Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, menginstruksikan pengerahan 40 personel beserta bantuan logistik untuk mempercepat pemulihan fasilitas umum di wilayah terdampak.

"Iya, kemarin kita kembali memberangkatkan 40 personel Satpol PP Riau untuk menjalankan misi kemanusiaan gelombang keempat ke Aceh Tamiang," ujar Kepala Satpol PP Riau, Sri Sadono Mulyanto, Kamis (29/1/2026).

Sri Sadono menjelaskan bahwa misi ini bermula dari permintaan langsung sejumlah pihak sekolah yang disampaikan kepada pemerintah. Sekolah-sekolah tersebut sangat membutuhkan bantuan tenaga untuk membersihkan sisa material banjir agar kegiatan belajar mengajar bisa segera dimulai kembali.

"Beberapa sekolah yang meminta bantuan di antaranya SMKN 1 Karang Baru yang sudah lebih dari dua bulan tidak bisa melaksanakan aktivitas sekolah. Selain itu, ada SMKN 2 Karang Baru dan MTsN di Kecamatan Bandar Pusaka," ungkapnya.

Dalam menjalankan tugasnya, personel Satpol PP Riau berkomitmen memberikan hasil maksimal. Proses pembersihan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pengangkutan lumpur yang tebal hingga perbaikan fasilitas yang rusak akibat rendaman air.

"Alhamdulillah, kalau Satpol PP Riau turun, fasilitas umum dibersihkan sampai tuntas. Kita bersihkan lumpur, lakukan perbaikan, sampai benar-benar bersih. Masyarakat pun merasa puas," tambahnya.

Selain mengerahkan tenaga manusia, tim juga membawa bantuan berupa dua truk pakaian layak pakai dan satu truk peralatan pemulihan. Seluruh tim diberangkatkan menggunakan bus milik Pemprov Riau dan dijadwalkan bertugas selama lima hari di lokasi bencana.

"InsyaAllah kegiatan pemulihan fasilitas umum di Aceh Tamiang kita laksanakan selama lima hari, ini mengejar waktu sebelum Ramadan. Mudah-mudahan kehadiran kami bisa meringankan beban masyarakat," pungkas Sri Sadono. ***