SELATPANJANG, GORIAU.COM - Kelangkaan BBM subsidi jenis premium kembali terjadi dan meresahkan masyarakat di Kepulauan Meranti. Untuk itu, Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen (YLPK) Meranti meminta Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop-UKM) segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) dengan melibatkan pihak kepolisian.
Sebagaimana diungkapkan Ketua YLPK Kepulauan Meranti, Mulyono SE, kepada wartawan, ketika ditemui di Selatpanjang, Kamis (7/8/2014). Kata Mulyono, YLPK siap membantu Disperindagkop-UKM untuk melakukan penyidakan dan meminta data APMS dan pengecer mana yang melakukan penimbunan.
"Kita minta Disperindag harus bertindak. Segeralah sidak, libatkan kepolisian dan kita siap membantu," ungkap Mulyono.
Kata Mulyono pula, dengan melibatkan polisi, maka polisi bisa melakukan penangkapan bilamana memang ditemukan adanya oknum yang sengaja menimbun minyak, sehingga membuat susah masyarakat banyak.
"Kami sangat berharap pihak kepolisian ikut serta dalam sidak itu, apabila ditemukan penimbunan premium wajib ditangkap," ujar Mulyono pula.
Mulyono menegaskan, premium subsidi ini jelas-jelas kebutuhan masyarakat banyak sehinga segala permasalahan premium ini hendaklah segera dicarikan jalan keluarnya.
"Subsidi itukan untuk masyarakat, bukan untuk pengusaha atau pribadi. Kalau sudah adanya kelangkaan ini, sementara kemarin untuk lebaran stok kita ditambah, ini perlu diselidiki, apa penyebabnya. Kita juga berharap permasalahan BBM langka ini dibawa ke ranah hukum," tambahnya.
Selain itu, kepada APMS yang kemarin sempat mengabaikan jatah premium tambahan Idul Fitri, YLPK Meranti juga meminta pihak pertamina kembali mengevaluasi APMS tersebut. Sebab dengan kejadian itu, masyarakat menjadi sangat sulit mendapatkan BBM subsidi jenis premium.
"Kalau dinilai APMS itu hanya menyengsarakan masyarakat, evaluasi saja. Terbukti mereka tidak bisa bekerja dengan baik, cabut izinnya. Masih banyak kok masyarakat yang menunggu kesempatan untuk menjadi agen penyalur minyak subsidi ini," ungkap Mulyono dengan nada kesal.
Sebagai tambahan pula, sejak beberapa hari belakangan premium subsidi terasa sangat langka. Kalaupun ada tidak banyak, dan itu dijual dengan harga yang sangat mahal.
Sementara itu, di tempat terpisah, Kadisperindagkop-UKM, Syamsuar Ramli, mengaku telah melakukan pengecekan, dan didapati bahwa beberapa gudang yang mereka cek itu memang dalam keadaan kosong.
"Kita cek beberapa gudang memang tidak ada yang melakukan penimbunan. Memang kemarin ada satu APMS yang tidak mengambil jatah 30 KL premium penambahan Idul Fitri itu. Itu yang kita kesalkan. Tapi dalam waktu dekat ini premium sudah masuk ke Selatpanjang, semoga itu bisa segera menyelesaikan kelangkaan di sini," ungkap Syamsuar dalam bincang-bincang dengan wartawan di ruangannya itu.
(zal)