
BENGKALIS, GORIAU.COM - Berdasarkan alat pemantau kualitas udara (Air Quality Monitoring System Mobile) milik PPE Sumatera yang ditempatkan di Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Bengkalis, Kamis (6/3/2014), indeks ISPU dengan parameter PM 10 sudah menunjukkan kisaran angka 433,0351. Artinya, kualitas udara di Bengkalis sudah sangat berbahaya bagi kesehatan. Â
Sementara jumlah hotspot atau titik api di Kabupaten Bengkalis sudah mencapai 34 titik yang tersebar di Kecamatan Bengkalis sebanyak 17 titik, Bukitbatu 5 titik, Mandau 10 titik dan Rupat 2 titik.
''Kualitas udara hari ini sudah sangat-sangat berbahaya bagi kesehatan. Kita mengimbau kepada masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar,'' ujar Kepala BLH Kabupaten Bengkalis, Arman AA.
Mengingat kualitas udara semakin memburuk akibat dari kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Kabupaten Bengkalis maupun kabupaten kota lainnya di Riau, BLH telah membagikan 5.000 masker kepada masyarakat secara gratis. Diharapkan melalui pembagian masker ini bisa mengurangi dampak penyakit yang bisa ditimbulkan kabut asap.
Udara di Bengkalis dalam tiga hari terakhir ini memang sangat parah, terutama sekali pada pagi dan malam hari. Udara bau asap, mata terasa perih dan nafas terset.
Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis, sejak Selasa (4/3), telah meliburkan sekolah mulai dari tingkat PAUD, TK dan SD sampai waktu yang tidak ditentukan, melihat kondisi kabut asap. Sedangkan untuk SMP-SMA masih tetap sekolah, tapi diwajibkan menggunakan masker.
Jumlah penderita yang ditimbulkan akibat kabut asap, seperti ISPA juga terus meningkat. Sampai Senin (3/3), tercatat sudah sebanyak 2.484 penderita.(jfk)