
PANGKALANKERINCI, GORIAU.COM - Mitra Bina atau para pengusaha lokal yang merupakan binaan Program Community Development (CD) atau Pemberdayaan Masyarakat PT Riau Andalan Pulp and Paper (PT RAPP) dituntut agar selalu melakukan perbaikan dari segi kualitas manajemen usaha sehingga membawa dampak pada peningkatan taraf kehidupan di daerah tempatan. Selain itu, hal tersebut juga akan berpengaruh pada kesempatan atau peluang yang lebih besar lagi bagi usahanya.
Hal ini terungkap dalam acara ramah tamah (gathering) antara para mitra bina atau kontraktor lokal bersama dengan unsur pimpinan manajemen perusahaan, Rabu (23/12/2014), di Balai Pelatihan dan Pengembangan Usaha Terpadu (BPPUT), Townsite 2, Pangkalan Kerinci.
Dalam sambutannya, Deputi Direktur Operasional PT RAPP, Mhd Ali Shabri mengatakan forum pertemuan mitra bina ini hendaknya dapat berpengaruh positif terhadap peningkatan kualitas perekonomian daerah.
''Melalui forum ini kita berharap agar para mitra bina mampu bersaing dan mempertahankan usahanya secara berkelanjutan serta terus berupaya memperbaiki kualitas manajemen usaha baik di sisi administrasi maupun operasionalnya,'' ungkapnya.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Direktur PT RAPP, Mulia Nauli, CD Manager, Lukman, Corporate Communications Head PT RAPP, Djarot Handoko serta sejumlah pimpinan bisnis unit dan Kepala Departemen yang ada di PT RAPP.
Salah seorang mitra bina yang hadir, Ridi mengungkapkan melalui pertemuan ini para mitra bina dapat secara langsung mencurahkan isi hatinya terkait permasalahan atau tantangan yang dihadapi di lapangan. Ia berharap agar pertemuan ini dapat digelar secara rutin sehingga dapat terus memperteguh komitmen kedua belah pihak.
Di kesempatan yang sama, CD Manager PT RAPP, Lukman menjelaskan bahwa pertemuan dengan mitra bina ini ditujukan untuk menjaring berbagai masukan atau sharing antara kontraktor lokal dengan unsur pimpinan atau manajemen perusahaan.
''Pertemuan ini merupakan tindaklanjut dari pertemuan dua minggu sebelumnya, katakanlah ini sebagai curhat antara perusahaan dan mitrabina lokal. Keinginan perusahaan seperti apa, dan begitu juga dengan mitra bina lokalnya, apa yang mereka inginkan. Jadi diharapkan keinginan dari dua arah tersebut bisa diketahui dan bisa dicarikan titik temunya,'' ungkapnya.
Sementara itu, diharapkan Lukman, acara ini mampu menjadikan para kontraktor lokal semakin berkembang ke depannya, melalui komunikasi yang baik satu sama lain, sebab, dituturkan Lukman, kunci dari segala sesuatu itu adalah komunikasi sehingga dapat menghindari munculnya kesalahpahaman antara perusahaan dan mitrabina lokal.
''Mitra bina meminta adanya peluang usaha yang diperlebar, tentu ini jadi masukan bagi kita, tapi kita juga menginginkan adanya peningkatan kualitas, mulai dari administrasi yang tertib, gaji karyawan yang sesuai UMK serta manajemen yang baik,'' jelas putra asli Langgam, Kabupaten Pelalawan ini. (rls)